“Kalau semua orang bisa mengajak menjatuhkan pemimpin di luar aturan, lalu untuk apa kita punya konstitusi? Ini berbahaya jika dibiarkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan, pernyataan semacam itu dapat memicu polarisasi di tengah masyarakat, terutama di era media sosial di mana informasi mudah menyebar tanpa filter.

Jenny juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga nalar kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang bertentangan dengan prinsip demokrasi.
“Silakan berbeda pendapat, silakan mengkritik. Tapi jangan keluar dari koridor hukum. Kita semua punya tanggung jawab menjaga demokrasi ini tetap sehat,” pungkasnya.
Comment