JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Penguatan tata kelola zakat terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan menghadirkan teknologi AI atau artificial intelligence dalam sistem zakat, infak, dan sedekah (ZIS). 

Pemanfaatan teknologi AI itu bertujuan meningkatkan keamanan data, memastikan transparansi, serta mendorong pengelolaan dana umat yang lebih modern dan akuntabel.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Nadratuzzaman Hosen menyampaikan, bahwa pemanfaatan teknologi AI bukan hanya sebatas tren, melainkan kebutuhan mendesak dalam mendukung tata kelola zakat yang transparan dan profesional.

Baca Juga: Manfaatkan AI, BRIN Kembangkan Teknologi Terjemahkan BISINDO Untuk Teman Tuli

"Teknologi AI ini mempermudah kita untuk bekerja dan juga bisa mengefektifkan cara kerja kita serta mengefisienkan tenaga kerja," ujar Nadratuzzaman dikutip dari keterangannya, Rabu (1/10/2025).

Nadratuzzaman menyebut, jajaran pimpinan BAZNAS RI sempat bertemu dengan MenPANRB, Rini Widyantini, untuk membahas transformasi digital di tubuh BAZNAS.

"Sekarang ini sudah zaman digital. Oleh karena itu, lembaga seperti BAZNAS yang harus diperkuat saat ini adalah sisi digitalnya," ucapnya.

Baca Juga: Awarding Day AI Talent Hub Indonesia 2025 Lahirkan Inovator Muda Teknologi Kecerdasan Buatan

Lebih lanjut, Nadratuzzaman menekankan bahwa digitalisasi akan menjadi fondasi penting dalam memperluas jangkauan layanan zakat sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

"Menurut hemat kami, yang harus diperkuat di masa depan dan bisa mengelola dana besar salah satunya adalah transformasi digital. Saya bilang, saya setuju. Kita sudah mulai ke arah itu," katanya.

Sementara itu, Direktur Keamanan Informasi, Data, dan Layanan Digital BAZNAS RI, Andrian Johnson memberikan contoh tentang kemajuan teknologi digital yang telah membawa kemudahan bagi kehidupan umat manusia, termasuk dalam hal pelayanan zakat, infak, dan sedekah.

Baca Juga: Pemkab Bogor Apresiasi Baznas, Intens Dukung Program Pembangunan

"Kita ingin memastikan bahwa sistem zakat kita tidak hanya modern, tetapi juga aman, akurat, dan dapat dipercaya masyarakat," kata Andrian.