"Indonesia senang berpartisipasi dalam Policy Forum. Dengan visi bersama dan aksi kolektif, kita dapat memastikan bahwa kredit ini menjunjung integritas lingkungan tertinggi sekaligus memberdayakan komunitas dan memulihkan alam. Kami berharap manfaat yang dihasilkan benar-benar memperkuat perlindungan dan pemulihan keanekaragaman hayati kami," ujar Hanif Faisol.
Sementara, Menteri Transisi Ekologis Prancis, Monique Barbut, juga menyambut antusias peluncuran forum tersebut. Ia mengatakan IAPB merupakan buah komitmen bersama antara pemerintah Prancis dan Inggris untuk menyatukan negara-negara dunia dalam mengembangkan pasar kredit alam.
"Dengan mengumpulkan pemerintah, para ahli, dan mitra untuk berbagi pengalaman dan mengidentifikasi tantangan utama, Forum ini akan mendukung pembentukan kerangka kerja yang kuat yang memungkinkan perusahaan berinvestasi dalam solusi berbasis alam sekaligus memastikan komunitas lokal menerima manfaat nyata," katanya.
Sekretaris Lingkungan Inggris, Emma Reynolds, menekankan bahwa platform ini akan membantu melindungi ekosistem yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pangan, air, dan udara.
Ia menambahkan bahwa keikutsertaan Inggris bersama Indonesia dan Prancis akan membuka inovasi serta meningkatkan investasi pada pasar alam berintegritas tinggi.
"Kami membantu membuka inovasi dan investasi dalam pasar alam berintegritas tinggi, untuk memberikan manfaat nyata bagi manusia dan dunia alami," jelas Reynolds.
co-Chair IAPB, Dame Amelia Fawcett, mengatakan bahwa percakapan global soal kredit alam kini telah bergerak dari “apa” menuju “bagaimana”. Menurutnya, pemerintah sedang menyusun aturan, komunitas berinovasi, dan investor semakin menunjukkan minat.
"Policy Forum adalah tentang menghubungkan upaya-upaya tersebut; belajar bersama, berbagi kemajuan, dan memastikan bahwa integritas tetap menjadi fondasi dari pekerjaan ini," ungkapnya.
Comment