"Kadang-kadang itu nilainya jelek bukan gara-gara bodoh, tapi gara-gara nggak bisa lihat. (sementara itu) Secara nasional yang paling tinggi ini ada masalah gigi,” tutur Budi.
Setelah gangguan kesehatan pada siswa tersebut diketahui melalui hasil CKG, maka pihak orang tua maupun pihak sekolah bisa melakukan langkah pencegahan secara preventif baik secara mandiri maupun secara pengobatan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Seperti gangguan kesehatan pada mata yang bisa dicegah dengan langkah prevent mandiri berupa pengurangan intensitas bermain HP oleh siswa.
Baca Juga: Polisi Sebut Guru SMAN 1 Bandung yang Hilang Misterius Diduga Karena Terbelit Investasi
“Kalau mata, itu preventifnya kurangin liat HP. Karena ini naik tinggi sejak HP jadi terkenal. Liat Youtube, liat apa, gadget-gadget itu. Jadi matanya kebiasaan liat deket-deket. Harusnya lihat dekat, liat pemandangan,” ucap dia.
Sementara itu untuk masalah gangguan kesehatan gigi, Budi menyarankan agar hal tersebut bisa dicegah dan diobati melalui Unit Kesehatan Sekolah bekerjasama dengan pihak Puskesmas terdekat.
Nantinya siswa yang memiliki keluhan masalah gigi bisa mendaftarkan diri ke UKS.
“Kalau gigi memang harus ke Puskesmas. Karena tadi ada karang Gigi itu biasanya ada karang gigi itu bolong banyak dan itu kan mengganggu makan," bebernya.
Baca Juga: Seorang Guru SMAN 1 Bandung Dikabarkan Hilang, Diduga Terlibat Investasi
"Jadi nanti gizinya anak-anak gak bagus yang kedua infeksi. Jadi yang harus ke Puskesmas, di Puskesmas kesehatannya gratis,” lanjut Budi.
Comment