KARAWANG. CEKLISSATU– Listrik yang andal dimulai dari lingkungan yang aman. Prinsip inilah yang terus diperkuat PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bekasi dengan mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keselamatan di sekitar jaringan transmisi tegangan tinggi.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila, PLN UPT Bekasi menggelar Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan dan Sistem Manajemen Pengamanan di Desa Wanakerta, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang, Jumat (9/10). Kegiatan ini menjadi upaya PLN membangun kesadaran bahwa keselamatan masyarakat dan keandalan pasokan listrik merupakan dua hal yang saling berkaitan.
Melalui kegiatan tersebut, tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Keamanan UPT Bekasi dan ULTG Cikarang memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai potensi bahaya di sekitar jaringan listrik bertegangan tinggi.
Masyarakat diajak mengenali berbagai aktivitas yang berisiko, seperti menerbangkan layang-layang di dekat jaringan, mendirikan bangunan atau menanam pohon tinggi di bawah jalur transmisi, hingga memanjat tower listrik. Selain membahayakan keselamatan, aktivitas tersebut juga berpotensi menimbulkan gangguan pada jaringan transmisi yang berperan penting dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik.
General Manager PLN UIT JBT, Amiruddin, menegaskan bahwa membangun budaya keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal dan berkelanjutan.
"Keandalan listrik bukan hanya tentang seberapa baik infrastruktur kami bekerja, tetapi juga tentang seberapa aman lingkungan di sekitarnya.
Keselamatan masyarakat selalu menjadi prioritas karena satu aktivitas berisiko di dekat jaringan transmisi dapat membahayakan jiwa sekaligus mengganggu pasokan listrik yang dibutuhkan banyak orang. Melalui edukasi dan kolaborasi, kami ingin membangun budaya keselamatan yang tumbuh dari kesadaran bersama," ungkap Amiruddin.
Hal yang sama ditegaskan Manager PLN UPT Bekasi, Indra Kurniawan. Menurutnya keselamatan di sekitar infrastruktur kelistrikan tidak cukup hanya dijaga melalui pemeliharaan teknis, tetapi juga membutuhkan pemahaman dan kepedulian masyarakat.
"Listrik yang andal dimulai dari lingkungan yang aman. Karena itu, menjaga keselamatan masyarakat di sekitar jaringan transmisi menjadi bagian penting dari upaya kami menjaga keandalan listrik. Jaringan transmisi memiliki risiko tegangan tinggi, bahkan tanpa kontak langsung dengan konduktor. Kami ingin masyarakat memahami potensi bahayanya dan mengetahui bagaimana beraktivitas dengan aman di sekitar jaringan," ujar Indra.
Ia menambahkan, PLN secara rutin melakukan patroli, inspeksi, dan pemeliharaan jaringan untuk memastikan infrastruktur kelistrikan tetap dalam kondisi optimal. Namun, keterlibatan masyarakat menjadi dukungan penting dalam mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
"Kepedulian masyarakat dapat dimulai dari hal sederhana, seperti tidak bermain layang-layang di dekat jaringan, menjaga aktivitas agar tidak membahayakan instalasi, serta segera melaporkan apabila menemukan pohon yang mendekati konduktor, benda asing yang tersangkut, atau kondisi tidak normal di sekitar tower. Langkah kecil ini memiliki arti besar bagi keselamatan bersama dan keandalan listrik," tambah Indra.
Selain edukasi keselamatan, PLN turut memperkenalkan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) sebagai bagian dari upaya melindungi infrastruktur ketenagalistrikan dari berbagai potensi gangguan. Selain itu, melalui Yayasan Baitul Maal (YBM), PLN UPT Bekasi juga turut menyalurkan santunan berupa paket sembako kepada 50 penerima manfaat, yang terdiri dari anak yatim, kaum dhuafa, dan lansia di lingkungan Desa Wanakerta
Comment