“Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat memicu peningkatan trigliserida, stres oksidatif, surplus energi sementara setelah makan tinggi lemak dan energi,” ujarnya dalam artikel UNAIR News.

Ia menambahkan lonjakan tekanan darah dan kolesterol saat Idul Adha tidak hanya dipicu konsumsi daging merah, tetapi juga pola makan secara keseluruhan seperti makanan bersantan, gorengan, tinggi garam, kurang serat, serta minim aktivitas fisik.

Selain memicu kolesterol dan hipertensi, konsumsi daging secara berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena daging membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh dibandingkan makanan berserat.

Baca Juga: Harga Daging Sapi Rp135 Ribu per Kg, Pedagang Pasar Cibinong Bogor Pilih Tahan Harga

Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat tetap menerapkan pola makan sehat selama Idul Adha dengan memilih bagian daging rendah lemak, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta membatasi makanan tinggi kolesterol dan santan. 

Selain itu, masyarakat juga disarankan mencukupi kebutuhan air putih dan tetap melakukan aktivitas fisik ringan agar kondisi tubuh tetap terjaga selama perayaan hari raya berlangsung.

Siti Balqis Sari Manah