GARUT, CEKLISSATU - Organisasi Kota Kreatif Indonesia Creative Cities Network (ICCN) melakukan pendampingan penyusunan Quick Win untuk pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Garut. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara ICCN, Disparbud Garut, Komite Ekonomi Kreatif Garut, dan Forum Ekraf Garut Silang Simpul Warga.
Kesekretariatan dan Finance ICCN Ira Shintia menyampaikan bahwa pendampingan ini dilakukan melalui 2 Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dan pengisian data pelaku usaha ekraf Garut. DKT pertama mengenai penggalian potensi ekraf dipimpin oleh Exco ICCN yang juga Dosen FSRD ITB Dr. Dwinita Larasati, bersama Wakil Ketua ICCN, Galih Sedayu, dan Dosen ITB, Dr. Muhammad Ihsan, pada tanggal 8 September 2025.
Baca Juga: Kabekraf dan ACSI Bikin Pengusaha Ekraf Melek Cuan dengan Literasi Keuangan
"DKT kedua mengenai penyusunan Quick Win dipimpin oleh Dr. Dwinita Larasati bersama Vicky Resna, dan Dosen ITB, Dr. Muhammad Ihsan, pada tanggal 4 November 2025," kata Ira.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparbud Kabupaten Garut Aulia Malik, S.Pi., M.Si berharap ke depan quickwin ini akan menjadi pijakan penting bagi pembangunan ekosistem ekraf yang berkelanjutan.
"Pemerintah daerah menargetkan tahun depan mempunyai ruang2 kreatif yang refresentatif bagi pelaku ekraf. Dengan kerja bersama seluruh pihak, Garut diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai daerah dengan ekonomi kreatif yang inovatif, kompetitif, dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ketua Tim Pelaksana Tenaga Ahli yang dibentuk ICCN yang juga Koordinator Daerah ICCN Jawa Barat Robby Firliandoko, menyampaikan bahwa inisiatif Pemda Garut serta Komite dan Forum Silang Simpul Warga Garut untuk bekerja sama dengan ICCN adalah langkah yang baik dalam penggalian dan penyusunan program pengembangan ekonomi kreatif di Garut.
"Setiap Kepala Daerah tentu punya program unggulan, dan sektor ekonomi kreatif harus mendukung sehingga programnya perlu disusun dengan baik melalui diskusi lintas sektor dengan menggunakan Metode Participatory Lintas Sektor Heksahelix ABCGM-AG," ungkap Robby.
ICCN berharap bahwa pendampingan ini dapat membantu Kabupaten Garut dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berkelanjutan.
Comment