KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Pengakuan mengejutkan datang dari mantan pemain sirkus Taman Safari Indonesia yang mengungkap adanya dugaan penyiksaan dan eksploitasi terhadap dirinya, beberapa waktu lalu.

Hal itu juga menjadi perhatian warganet dan pembicaraan hangat di media sosial. Di antaranya adalah pengakuan mantan pemain sirkus yang mengungkap dugaan penyiksaan fisik saat masih bekerja di bawah naungan Oriental Circus Indonesia (OCI) dan Taman Safari Indonesia (TSI). 

Pengakuan disampaikan oleh Vivi, perempuan yang pernah menjadi bagian dari pertunjukan sirkus di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor.

Baca Juga: Kapolres Bogor Bersama Forkopimda Monitoring dan Pengamanan Gereja Peringatan Ibadah Jumat Agung

Dalam sebuah video wawancara yang viral di media sosial sejak awal pekan ini, Vivi mengungkap pengalaman kelamnya selama bertahun-tahun sebagai pemain sirkus. 

Vivi mengaku menjadi korban kekerasan fisik, eksploitasi, dan penyiksaan seksual di balik panggung hiburan yang selama ini dianggap ramah keluarga.

“Saya pernah dipasung. Saya juga pernah dirantai dan dikurung seperti binatang,” ungkap Vivi dalam sebuah unggahan video di media sosial. 

Baca Juga: Mengaku Trauma, Begini Kronologi Rumah Ambruk di Kota Bogor dari Pengakuan Korban

Pengakuannya, Vivi direkrut ke dalam dunia sirkus sejak usia sangat muda. Ia kemudian tinggal dan bekerja di kawasan Taman Safari, dimana ia tidak hanya tampil dalam pertunjukan, tetapi juga harus menjalani hidup dalam keterbatasan dan ketakutan.

Vivi mengaku, ia tidak diberi kebebasan untuk meninggalkan lokasi, dan sempat dikurung di kandang harimau untuk waktu yang tidak dijelaskan secara rinci.

“Saya tidak bisa keluar. Saya tidak boleh ke mana-mana. Seperti tahanan. Saya juga tidak tahu harus lapor ke mana waktu itu,” bebernya.

Baca Juga: Panen Raya Padi di AEWO Bogor, Dedie Rachim Beberkan Keunggulan Dihadapan 2 Wamen

Menurutnya, selama bertahun-tahun dirinya mengalami siksaan berupa setrum di area sensitif tubuh, pemukulan, serta dipaksa tidur di lantai tanpa alas di dalam kandang bekas binatang.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Taman Safari terkait hal tersebut. Awak media sudah melayangkan konfirmasi kepada pihak Taman Safari melalui pesan WhatsApp, namun belum ada jawaban.