Di antaranya menyiapkan Ground Water Treatment (GWT). Bertujuan menampung air hujan yang turun di atas pasar, dan diolah menjadi air bersih.
“Kedua, sampah yang tadinya berada di luar pasar kita masukan juga. Sehingga sampah di pasar itu tidak menyatu dengan sampah warga sekitar,” terangnya.
“Jadi ada terpisah, sehingga kita akan mudah untuk memantau berapa sebetulnya sampah pasar ini,” lanjutnya.
Baca Juga: Cegah Food Waste, Kota Bogor Dorong Surat Edaran Penyelamatan Pangan
Ketiga kata Jenal Abidin, dalam rangka menghemat efisiensi. Mulai dari listrik, udara segar atau AC semuanya dihemat. Gedung pasar tersebut didesain sealami mungkin supaya terjadi efisiensi.
“Listrik sistem penerangannya kita siapkan. Selanjutnya system drainase udara. Kenapa bangunan atapnya tinggi, itu juga menjadi salah satu faktor atau indikator melakukan efisiensi di Perumda,” tegasnya.
Fasilitas lainnya di pasar Sukasari yaitu dilengkapi CCTV, terpasang juga tempat atau ruangan untuk lactase. Ada ruang keamanan terintegrasi dengan ruang kesehatan. Pihaknya mencoba pasar Sukasari ini menjadi pasar yang ber-SNI.
Comment