Sedangkan untuk jumlah kehamilan, Fusia mengatakan, secara logis semakin banyak penduduknya akan semakin banyak juga ibu hamil.
Baca Juga: Korban Keracunan MBG Naik hingga 214 Orang, Dinkes Kota Bogor Lakukan Investigasi
"Jadi kembali lagi ke proporsi, itu kita harus pahami jumlah kematian tersebut. Apapun kita tetap bakal upayakan," tandasnya.
Selain faktor jumlah penduduk lanjut Fusia, pihaknya saat ini sedang mengupayakan untuk kaum ibu periksa kehamilan secara teratur. Deteksi kehamilan mengoptimalkan peran dari fasilitas kesehatan agar deteksi dini.
"Jadi tanda-tanda kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir itu terdeteksi sejak awal," terang Fusia.
"Nah, di antaranya di Kabupaten Bogor ini hampir 100 rumah sakit sudah memiliki USG. Jadi bisa mendeteksi lebih awal tanda-tanda kegawatdaruratan," tegasnya.
Baca Juga: Cegah Penyebaran HIV/AIDS di Bogor, Dinkes Ajak Lekas bersama FWBS Lakukan Ini
Fusia berharap, kelengkapan sarana prasarana kesehatan yang disiapkan bupati serta jajaran Pemkab Bogor dan puskesmas bisa lebih membantu mendeteksi tanda-tanda kehamilan sejak dini.
Comment