JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mempelajari kesuksesan Cannes Film Festival yang mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp4,4 triliun hanya dalam 12 hari pelaksanaan. 

Rano Karno menilai industri event dan pariwisata kreatif dapat menjadi mesin ekonomi baru bagi Jakarta melalui pengembangan festival internasional, sektor hospitality, hingga talenta manajemen event.

Dalam kunjungannya, Rano Karno bersama delegasi Pemprov DKI Jakarta bertemu bertemu Wakil Wali Kota Cannes, Thomas Pariente, dan mempelajari strategi Cannes, kota kecil di selatan Prancis yang selama 79 tahun sukses menjadi tuan rumah festival film internasional dengan sekitar 45.000 peserta setiap tahun.

Baca Juga: Porprov Jabar 2026 Diyakini Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Kabupaten Bogor

Thomas menjelaskan, Cannes Film Festival yang diselenggarakan The French Association of the International Film Festival di bawah kepemimpinan Iris Knobloch memberikan dampak ekonomi besar bagi kota Cannes. Selama 12 hari pelaksanaan festival, perputaran ekonomi mencapai sekitar 216 juta euro atau setara Rp4,4 triliun.

“Kami bangga karena Cannes Film Festival merupakan festival terbesar ketiga di dunia setelah Olimpiade dan Piala Dunia FIFA. Kami juga beruntung karena festival ini digelar setiap tahun,” ujar Thomas, dikutip dari laman Pemprov DKI Jakarta, Senin (18/5/2026).

Selain dikenal sebagai kota perfilman, Cannes juga berhasil menjadikan berbagai event internasional sebagai penggerak utama ekonomi kota melalui sektor pariwisata, media, hospitality, dan industri kreatif.

Baca Juga: Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Pemkab Bogor Gelar Festival Musik Amphitheater di Taman Budaya

Pemerintah Cannes tidak hanya memfasilitasi penyelenggaraan Cannes Film Festival melalui sejumlah venue utama, salah satunya Palais des Festivals et des Congrès.

Sepanjang tahun, Cannes juga rutin menggelar berbagai agenda internasional, seperti MIPTV dan MIPCOM untuk industri televisi, festival kapal pesiar dan perahu, festival musik, hingga konferensi industri internasional lainnya.

Tak hanya itu, setiap Juni saat musim panas, Cannes mengadakan festival musik selama lima hari dengan sekitar 15.000 pengunjung. Event tersebut menghasilkan dampak ekonomi hingga 160 juta euro atau setara Rp3,2 triliun.

Baca Juga: LIngkung Seni Wayang Golek Putra Giriharja 3 Raih Penghargaan Disbudpar Jabar

Rano berharap, kerja sama Jakarta dan Cannes tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga membuka peluang pasar konten serta pelatihan penyelenggaraan event internasional agar Jakarta dapat berkembang seperti Cannes.

“Ini luar biasa. Cannes bisa menjadi kota yang hidup dari industri event. Bahkan, 40 persen penopang ekonominya berasal dari sektor pariwisata. Ini juga harus dikembangkan di Jakarta,” katanya.

Ke depan, ia ingin mengembangkan talenta di bidang manajemen event seperti yang dilakukan Cannes.

Baca Juga: Program PaDi UMKM Jadi Langkah Nyata Disparbud Jabar Dorong Ekonomi Kreatif Melek Digital

“Cannes luar biasa. Mereka punya universitas negeri hingga jenjang doktoral yang memungkinkan lulusannya memiliki jejaring dengan event-event internasional. Suatu saat Jakarta juga harus bisa,” tutup Rano.