JAKARTA, CEKLISSATU - BPJS Ketenagakerjaan melalui Kantor Cabang Plaza BP Jamsostek menyerahkan sertifikat tanda kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) di lingkungan Setjen Biro Umum Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Penyerahan sertifikat tanda kepesertaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Biro Umum Setjen Kemenhub RI, Andi Hartono di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat pada Selasa, 27 Februari 2024.

Kepala Kantor Cabang Plaza BP Jamsostek, Suhuri mengatakan bahwa penyerahan sertifikat tanda kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bukti peningkatan kerjasama dan sinergitas antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Kemenhub.

Suhuri pun menyatakan komitmennya untuk meningkatkan upaya bersama dengan Kementerian Perhubungan melalui langkah-langkah konkret.

"Berkaitan dengan berkelanjutan kolaborasi maupun sinergitas kedua lembaga ini, tentu kami akan meningkatkan kembali upaya-upaya bersama dengan Kementerian Perhubungan melalui manajemen dan kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan yang nantinya akan diramu kembali dalam bentuk beberapa tahap. Misalnya akan dikeluarkan surat edaran dari Setjen, kemudian MoU antara dua lembaga untuk pelaksanaan kerjasama yang sifatnya nasional," ucapnya.

Dalam langkah berikutnya, Suhuri menjelaskan bahwa rencananya melibatkan penerbitan surat edaran dari Setjen dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Perhubungan.

MoU tersebut akan menjadi landasan bagi kerjasama nasional yang melibatkan berbagai aspek, termasuk perlindungan tenaga kerja di sektor transportasi.

"Sesuai dengan peraturan menteri PAN RB dan perundang-undangan ketenagakerjaan, kami fokus pada perlindungan PPNPN. Kolaborasi ini bukan hanya formalitas, tapi sebuah komitmen untuk memastikan setiap pekerja, terutama di sektor transportasi, mendapatkan perlindungan yang layak," ungkapnya.

Selain itu, Suhuri menekankan bahwa MoU ini memiliki tujuan besar yakni membangun sinergitas sehingga ekosistem Kementerian Perhubungan terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

"Seperti yang diketahui bahwa perlindungan ini sebenarnya adalah hal yang harus dilaksanakan, namun kami selaku badan penyelenggara membutuhkan kolaborasi dan kerjasama dari kementerian yang mengelola baik secara langsung dan tidak langsung pekerja-pekerja dibidang transportasi," jelasnya.

Suhuri menyebut bahwa BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya dan memastikan seluruh pekerja mendapatkan perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan.

"Program BPJS Ketenagakerjaan ini dari lembaga pemerintah sehingga menjadi salah satu pilar lembaga yang membutuhkan kerjasama dengan semua pihak agar jaminan perlindungan terhadap para pekerja bisa dicangkup dengan merata," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Umum Setjen Kemenhub RI, Andi Hartono menuturkan bahwa dalam pertemuan ini banyak hal yang dibahas untuk bisa dimaksimalkan, termasuk kendala yang dihadapi agar program ini dapat terus berkelanjutan.

Rencananya, lanjut Andi Hartono, Kementerian Perhubungan akan menerbitkan surat edaran dari Setjen Kemenhub yang ditujukan kepada kantor-kantor perhubungan se-Indonesia baik di darat, laut, udara, termasuk kereta api, untuk melakukan pendataan PPNPN.

Andi Hartono menegaskan bahwa kewajiban Kementerian Perhubungan adalah bertanggung jawab terhadap semua pekerja di bidang transportasi. 

"Kami akan mendorong tingkat eselon I hingga Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk taat berkaitan dengan kewajiban mengikutsertakan semua pihak yang bekerja di lingkungan transportasi atau perhubungan. Kewajiban berarti harus dilaksanakan," ungkapnya.

Selain itu, dalam rangka pendataan, Andi Hartono menyatakan bahwa pihaknya akan mencocokkan data untuk mengetahui jumlah pekerja di bidang transportasi.

"Setiap orang yang bekerja di bidang transportasi harus diasuransikan. Program BPJS Ketenagakerjaan ini sangat penting karena selain sebagai kewajiban membayar iuran, pesertanya juga mendapatkan hak perlindungan seperti kecelakaan kerja, meninggal dunia, bahkan ada beasiswa," katanya.