Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif melintasi sejumlah perairan. Kondisi seperti itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah-wilayah sekitarnya.
Baca Juga: Hujan di Wilayah Jakarta, KAI Imbau Pelanggan Manfaatkan Face Recognition Boarding Gate
Selain itu, gelombang ekuator juga terpantau aktif dan dapat memperkuat proses konvektif di sejumlah wilayah.
Kombinasi Madden–Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator teramati aktif di berbagai lokasi, sehingga berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif serta potensi hujan.
Siklon Tropis Nokaen yang terdapat di Laut Filipina, utara Maluku Utara diprakirakan menguat dengan kecepatan angin maksimum 35 knot, tekanan udara 1000 hPa, dan arah gerak ke barat laut.
Baca Juga: Kota Bogor Diguyur Hujan dari Dinihari, Debit Bendungan Katulampa Normal
BMKG juga mengungkapkan, siklon tropis tersebut berpengaruh terhadap pembentukan pola angin terutama di wilayah utara Indonesia bagian Timur.
Bibit Siklon Tropis 96S juga teramati yang pergerakannya diprakirakan persisten, dengan kecepatan angin maks 20 knot dan tekanan udara 1002 hPa.
Bibit Siklon Tropis 96S memengaruhi pola angin termasuk daerah konvergensi memanjang di sejumlah wilayah.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Daerah, Termasuk Jakarta dan Sekitarnya
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut,” terang BMKG.
Comment