SUKABUMI, CEKLISSATU – Warga di Kampung Cijeungjing Desa Sekarsari, Kecamatan Kalibunder, Sukabumi digegerkan dengan penemuan seekor Macan Tutul Jawa atau Panthera Pardus Melas terjerat perangkap babi, pada Rabu (27/12/2023).
Macan tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang akan berangkat ke kebun, kemudian dilaporkan kepada aparat pemerintahan.
"Macan yang terjerat ini terlihat kali pertama sama seorang ibu yang akan memungut buah di kebun milik warga," ucap Kepala Desa Sekarsari, Awan Kurniawan.
Baca Juga : Polres Cianjur Naikan Status Penyidikan Kasus Laka Lantas, Supir Masih Dirawat
Menurutnya, warga mengaku khawatir dengan adanya macan tutul tersebut.
"Jebakan babi ini memang sengaja dibuat warga, karena banyak babi yang merusak tanaman milik warga di kebun-kebun," tuturnya.
"Sejak pagi masyarakat sudah merasa khawatir macannya lepas, namun Alhamdulillah petugas yang akan menyelamatkan macan itu akhirnya datang," tambahnya.
Awan menuturkan tim penyelamat satwa dari Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) dari Kecamatan Nyalindung tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB.
Baca Juga : 61 Rumah Warga di Bogor Rusak Terdampak Gempa 4,6 Magnitudo Sukabumi
Tim penyelamat satwa langsung melakukan upaya menyelamatkan macan tutul yang terjebak.
Tim penyelamat satwa itu berusaha melumpuhkan macan tutul dengan suntikan bius, lalu dilepaskan dari jebakan babi.
Selanjutnya macan tutul mendapatkan penanganan medis dari tim untuk mengobati lukanya. "Macan tutul diketahui jenis kelaminnya jantan, dan langsung dievakuasi ke PPSC di Nyalindung," ujarnya.
Aktivis PPSC Budiharto membenarkan setelah menerima informasi adanya macan tutul terjerat jebakan babi di Kalibunder, satu tim animal rescue (penyelamatan satwa) dari PPSC diberangkatkan ke Kalibunder.
Laporan sementara dari tim animal rescue, macan tutul yang terjebak jeratan babi berjenis kelamin jantan dengan panjang badan 1 meter dan berat 25 kilogram.
"Petang ini macan tutul dalam kondisi hidup dievakuasi ke PPSC di Nyalindung," ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Kalibunder IPTU Taufik Hadian mengatakan, jajaran kepolisian awalnya mendapat informasi tersebut dari laporan masyarakat.
Kemudian setelah berkordinasi dengan jajaran Forkompimcam, BKSDA dan PPSC mendatangi lokasi penemuan macan tutul jawa tersebut.
"Kita kordinasi dengan forkompimcam dan BKSDA Jabar untuk membantu warga masyarakat untuk mengevakuasi satwa liar tersebut, juga koordinasi PPSC itu Pusat Penyelamat Satwa Cikananga Nyalindung," kata dia.
"Nah di situ ada tim dokternya, setelah itu kita kita ke TKP bersama-sama dengan tim BKSD dan PPSC dan dilakukan pembiusan, setelah dibius diperiksa tim dokter ternyata Alhamdulillah satwa liar jenis macan tutul jawa tersebut dalam kondisi sehat," terangnya.
Taufik menegaskan, dari hasil pengecekannya saat melakukan evakuasi, macan tutul tersebut memang terjerat perangkap babi yang disiapkan warga karena akhir-akhir ini banyak dan merusak kebun.
"Nah untuk jeratan babi itu sebenarnya diperlukan untuk babi karena di sini di desa Sekarsari ini banyak babi, hama yang mengganggu kebun warga," pungkasnya.
Comment