BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Lagi cari agenda akhir pekan yang tidak itu-itu saja? Coba mampir ke GREY Art Gallery di Bandung.
Sepanjang 1-31 Oktober 2026, GREY Art Gallery menggelar pameran bertajuk Mencerap Tatap yang menampilkan karya 23 seniman muda.
Uniknya, karya-karya di sini lahir dari ruang kelas. Banyak di antaranya adalah tugas kuliah dan tugas akhir, tapi hasilnya jauh dari kesan kaku.
Baca Juga: Pameran Ikan Hias APIC dan Pokja PWI Wali Kota Jakarta Barat
Pesertanya adalah mahasiswa dan alumni seni rupa angkatan 2019 hingga 2025 dari enam kampus: Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, Telkom University, Institut Seni Budaya Indonesia, Universitas Parahyangan, dan Institut Seni Indonesia Surakarta.
Seniman yang terlibat di pameran Mencerap Tatap di GREY Art Gallery antara lain Adlan Muzakki, Afif Audika, Ananda Ade S., Ayasha Zahra, Balqisnaima, Cleo Jory, Daffani Arimurti, Muhammad Reihan Hanafiah alias Ehan Jeh, Elfira Ayu Puspaningrum, Feodora Louise, Harisito, dan Hasna Kamila. Selain itu ada Hikmatyar, Nabila, Jibo, Khai, Laila Qodri, Muhammad Alzar, Najma alias Najem MalKhe, Nararya Naura, Reno Firmandini, Sabrina Angelique, dan Triesna.
Beberapa karya yang layak dilirik dalam pameran Mencerap Tatap di GREY Art Gallery:
- Herkomst karya Adlan Muzakki, lukisan cat minyak bergambar foto keluarga era kolonial dengan bercak dan keburaman sebagai isyarat konflik sejarah.
- Joy is an Act of Resistance karya Elfira Ayu Puspaningrum, cyanotype di kain mori yang menggambarkan keceriaan warga Gaza di tenda pengungsian.
- Offside karya Daffani Arimurti, video performans 9 menit 54 detik tentang objektifikasi tubuh perempuan, berangkat dari pengalamannya bermain sepak bola.
- Tarian Koeksistensi Dasar Arus karya Najem, empat keramik yang terinspirasi kehidupan organisme laut.
- Aporia karya Jibo, instalasi yang mengajak pengunjung memahami keyakinan agama lebih dalam.
Comment