BOGOR, CEKLISSATU - Ditengah arus musik global yang didominasi warna serupa, No Na hadir membawa identitas berbeda. Girl group asal Indonesia ini kembali mencuri perhatian lewat single terbaru berjudul Rollerblade, lagu yang memadukan nuansa modern dengan elemen budaya lokal seperti dangdut dan gamelan. Perpaduan tersebut menjadikan karya ini bukan sekadar rilisan musik biasa, tetapi juga representasi Indonesia di panggung internasional.
Dirilis di bawah label 88rising, Rollerblade menjadi langkah lanjutan setelah kesuksesan lagu Work yang lebih dulu mengenalkan nama No Na ke pasar global. Jika sebelumnya mereka tampil dengan energi pop yang kuat, kali ini No Na menunjukkan keberanian lebih besar dengan membawa ciri khas Indonesia secara lebih jelas melalui musik, lirik, hingga visual.
Beat reggaeton yang enerjik dipadukan dengan sentuhan gamelan dan ritme dangdut menciptakan warna musik yang segar. Lagu ini terasa akrab bagi pendengar internasional, namun tetap menyimpan karakter lokal yang kuat. Penggunaan lirik berbahasa Indonesia pun semakin menonjol, menandakan bahwa bahasa bukan lagi penghalang untuk menembus pasar dunia.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa diplomasi budaya kini tidak selalu dilakukan lewat forum resmi atau hubungan antarnegara. Musik telah menjadi medium baru yang efektif untuk memperkenalkan identitas bangsa. Melalui Rollerblade, No Na membawa Indonesia ke telinga dunia dengan cara yang lebih dekat dengan generasi muda, yakni lewat lagu, tarian, dan kekuatan media digital.
Video musik Rollerblade juga memperkuat pesan tersebut. Dengan konsep visual enerjik, No Na menampilkan koreografi sinkron, gaya modern, serta penggunaan sepatu roda yang memberi kesan playful dan dinamis. Kehadiran unsur gamelan dalam musik maupun visual menjadi penanda identitas Indonesia yang dipadukan dengan nuansa pop global.
Respons publik terhadap lagu ini pun cukup besar. Video musik Rollerblade telah menembus 2,3 juta penonton di YouTube dan ramai diperbincangkan di media sosial. No Na juga aktif mempromosikan lagu ini melalui berbagai konten dance, bernyanyi, hingga interaksi duet bersama penggemar yang diunggah di platform digital. Strategi tersebut menunjukkan bagaimana promosi musik saat ini berjalan beriringan dengan kekuatan komunitas online dan partisipasi penggemar.
Sejak debut pada 2025, No Na terus menunjukkan perkembangan signifikan. Penampilan mereka di berbagai festival internasional menjadi bukti bahwa karya musisi Indonesia mampu diterima audiens global. Kini, melalui Rollerblade, mereka semakin menegaskan posisi sebagai wajah baru pop Indonesia di level dunia.
Baca Juga: Mobil Penyanyi Dangdut Cantika Davinca Kecelakaan di Kabupaten Magetan, Satu Orang Meninggal Dunia
No Na membuktikan bahwa budaya Indonesia memiliki nilai besar ketika dikemas dengan kreatif dan percaya diri. Dangdut yang dulu sering dipandang sebelah mata, serta gamelan yang identik dengan tradisi klasik, kini hadir dalam format modern yang mampu dinikmati lintas negara. Dari sinilah terlihat bahwa musik dapat menjadi senjata diplomasi paling halus, namun kuat dampaknya.
Siti Balqis Sari Manah (magang)
Comment