KOLOMBO, CEKLISSATU - Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dilaporkan hendak melarikan diri. Ia berusaha pergi dari negara itu di tengah krisis ekonomi hingga memicu terjadinya kerusuhan.

Pejabat setempat mengatakan ia diterbangkan ke pangkalan udara dekat bandara internasional utama Senin kemarin. Ia sendiri telah meninggalkan istana presiden di Kolombo dengan bantuan angkatan laut pada hari Sabtu, tak lama sebelum puluhan ribu pengunjuk rasa menyerbu kompleks tersebut.

 "Dia dibawa ke pangkalan udara Katunayake yang bersebelahan dengan bandara internasional utama negara itu," kata sumber dikutip AFP, dikutip Selasa 12 Juli 2022.

Namun Rajapaksa beserta rombongannya diterbangkan kembali ke Kolombo dengan menggunakan dua helikopter Bell 412

Sebenarnya, ia disebut akan berangkat ke Dubai, Senin malam. Namun, empat penerbangan komersial kemudian lepas landas ke tujuan Timur Tengah tanpa dirinya.

Petugas imigrasi disebut menolak untuk menemuinya yang berada di kamar VIP untuk mencap paspor. Sementara Rajapaksa sendiri bersikeras tidak akan pergi melalui fasilitas umum.

Baca Juga : Krisis Ekonomi di Sri Lanka, BBM Langka Hingga Tak Mampu Gaji Pegawai Negeri

"Tidak ada kabar resmi dari kantor presiden tentang keberadaannya saat ini," kulis AFP lagi.

Sementara itu, ketua parlemen telah mengatakan bahwa Rajapaksa akan mengundurkan diri. Hal sama juga dikatakan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe. Namun tanggal resmi belum disebutkan sang presiden.

Jika Rajapaksa mundur seperti yang dijanjikan, Wickremesinghe maka otomatis menjadi penjabat presiden sampai parlemen memilih seorang untuk menjalani masa jabatan presiden. Tetapi Wickremesinghe sendiri telah mengumumkan keinginan untuk mundur.

Menurut UU Sri Lanka, proses suksesi diperkirakan bisa memakan waktu antara tiga hari hingga maksimum 30 hari. Jika wadktu mundur Rajapaksa adalah Rabu lalu, pemungutan suara akan dilakukan pada 20 Juli.

Sebelumnya, saat pergi meninggalkan istana presiden, Rajapaksa disebut meninggalkan uang sekitar US$ 50.000 (sekitar Rp 749 juta). Sebuah koper penuh dokumen juga berada di sana.

"Tuntutannya sangat jelas, orang masih meminta pengunduran diri (Rajapaksa), dan pengunduran diri penuh, dalam konfirmasi tertulis," kata seorang pengunjuk rasa Dela Peiris.

"Jadi mudah-mudahan kita akan mendapatkan pengunduran diri dari pemerintah termasuk perdana menteri dan presiden dalam beberapa hari mendatang," tambahnya.

Sri Lanka gagal membayar utang luar negeri sebesar US$51 miliar pada bulan April. Negara ini sedang dalam pembicaraan dengan IMF untuk kemungkinan bailout.