JAKARTA,CEKLISSATU - Dua orang turis Israel dan seorang pemandu wisata dilaporkan tewas ditembak oleh polisi Mesir pada Minggu 8 Oktober 2023 akibat konflik antara Israel dan Palestina yang tengah memanas.

Selain ketiga korban tewas, terdapat satu orang lain yang terluka dalam peristiwa tersebut. 

Polisi yang melakukan penembakan menggunakan senjata pribadinya telah ditangkap. Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi kabar ini dalam sebuah pernyataan resmi.

"Pagi ini, saat turis Israel berkunjung ke Alexandria, Mesir, seorang penduduk setempat melepaskan tembakan ke arah mereka. Membunuh dua warga negara Israel dan pemandu yang berasal dari Mesir," kata Kementerian Luar Negeri, Senin (9/10).

"Selain itu, ada seorang warga Israel yang terluka," tambah mereka.

Polisi itu disebut menembak secara acak ke arah rombongan tur yang berisi turis asal Israel yang sedang berkunjung ke Alexandria.

Pemerintah Mesir belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan terhadap rombongan turis tersebut.

Adanya serangan tersebut membuat Dewan Keamanan Nasional Israel mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya agar tidak bepergian ke luar negeri, terutama ke negara-negara Timur Tengah.

"(Turis yang sudah terlanjur pergi) harus meninggalkan Mesir secepat mungkin," kata mereka.

Selain itu, Dewan Keamanan Nasional di Mesir juga memperingatkan mengenai potensi peningkatan kelompok teroris dan penyerangan individu terhadap warga Israel di luar negeri.

Mesir merupakan negara Arab pertama yang menjalin perdamaian dengan Israel pada 1979. Negara ini juga berperan sebagai mediator dalam hubungan antara Israel dan Palestina.

Meski demikian, banyak warga Mesir yang masih merasa "kurang akrab" terhadap warga Israel yang mengunjungi Mesir

Sementara itu, pertempuran terus berlanjut antara militan Hamas dan pasukan militer Israel di berbagai wilayah. 

Beberapa warga Israel juga dilaporkan disandera oleh militan Hamas, meskipun tidak ada informasi resmi mengenai jumlah orang yang menjadi korban sandera.