CIANJUR, CEKLISSATU - Warga di Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, digegerkan dengan temukan limbah potongan babi hutan di sepanjang Jalan Raya Cipanas-Puncak.
Potongan berupa kepala, tulang serta kulit babi itu tersebar di beberapa tempat sampah di jalan nasional itu.
Petugas kebersihan bahkan mencatat dalam kurun enam bulan sudah menemukan lebih dari lima puluh karung berisi potongan babi hutan itu.
Warga mengaku khawatir selain menimbulkan bau busuk, daging babi hutan itu dicampur untuk makanan olahan untuk dijual di pasar.
Menurut Kordinator Rumah Singgah Sampah Cipanas, Dede Ihsan mengatakan limbah babi hutan ini ditemukan sejak enam bulan lalu dengan cara dilempar ke pinggir jalan.
Setiap petugas mengangkut sampah di sepanjang Jalan Raya Cipanas-Puncak, selalu ditemukan kepala, tulang, dan kulit babi.
“Dari sejak enam bulan ya. Awalnya kita curiga kok banyak karung dipinggir jalan. Setelah dicek ternyata isinya potongan daging. Awlanya gak curiga, tapi kesini-sini ditemukan lagi kepala babi hutan sisa tulang belulang dan buntut sedangkan dagingnya gak ada," ujar Dede, Kamis 29 September 2022.
Terakhir kali ditemukan karung berisi potongan tubuh binatang babi hutan itu pada Senin 25 September kemarin.
Saat ditemukan, tercium bau yang menyengat sehingga sangat mengganggu. Ia menduga kepala, buntut serta kulit dan tulangnya sengaja dibuang setelah diambil dagingnya untuk diolah menjadi makanan.
“Ya kita juga risih ya sebagai petugas kebersihan, apalagi sangat bau dan warga juga merasa khawatir, jangan-jangan daging babi hutan ini dijadikan makanan olahan lalu dijual di pasar,” terangnya.
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan pihaknya akan menyelidiki terkait sampah potongan babi hutan. Namun ia mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak terburu-buru menyimpulkannya karena dapat memicu terjadinya keresahan.
“Belum ada laporan ya tapi kita akan lakukan penyelidikan, saya harap warga tetap tenang dan tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu sampai diketahui secara pasti motif dari temuan limbah babi hutan tersebut,” tutupnya
Comment