Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan, mengingat cabang pohon bisa saja patah meskipun tampak kokoh.  

"Kami juga mengimbau warga untuk tidak memaku pohon, karena paku yang menembus jaringan pohon dapat menyebabkan pembusukan dan merusak kesehatannya," tegasnya.  

Baca Juga: Disperumkim Kota Bogor Siapkan Langkah Antisipasi Pohon Tumbang, Imbau Warga Hindari Jalan Rawan

Juniarti menjelaskan bahwa pohon yang sering dipaku untuk pemasangan spanduk atau reklame berisiko mengalami kerusakan pada bagian kambium, yang berfungsi sebagai jaringan pertumbuhan. Disperumkim sendiri tengah mengupayakan penggunaan alat sensor untuk mendeteksi kondisi kesehatan pohon dari dalam.  

"Jika ditemukan pohon yang mengalami kerusakan parah pada kambiumnya, kami akan memasukkannya dalam daftar pengawasan ketat," jelasnya.  

Baca Juga: Menghadapi Resiko Pohon Tumbang, Pemkot Bogor Relokasi Kabel Udara ke Bawah Tanah 

Di sepanjang jalan protokol, pohon yang berpotensi membahayakan langsung mendapatkan penanganan. Juniarti memastikan bahwa tidak ada lagi pohon dengan status ‘merah’ di ruas jalan utama Kota Bogor.  

"Jika ditemukan pohon yang berisiko tinggi, kami akan segera mengambil tindakan untuk menghindari potensi bahaya bagi pengguna jalan," pungkasnya.

(Febrian Batara Aditya Rahman)