KOTA BOGOR, CEKLISSATU – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Jawa Barat, terus melakukan pemeliharaan pohon secara rutin. Hal ini dilakukan, untuk mengantisipasi pohon tumbang pada saat musim hujan.

Hal itu diungkapkan, Kepala Disperumkim Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih, ia menjelaskan, pihaknya memiliki empat tim yang tersebar di enam kecamatan untuk melakukan pemangkasan dan perapihan pohon setiap hari. Ia menilai idealnya setiap kecamatan memiliki satu tim khusus, sementara untuk wilayah dengan jumlah pohon lebih banyak, seperti Kecamatan Bogor Barat dan Bogor Selatan, dapat ditambah menjadi dua tim.  

"Kami menyesuaikan jumlah tim dengan ketersediaan anggaran, tetapi harapannya bisa bertambah menjadi enam tim agar lebih banyak titik yang dapat dijangkau," ujar Juniarti.  

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, 2 Rumah di Bogor Tertimpa Pohon Tumbang  

Ia menambahkan bahwa pemeliharaan pohon tidak hanya dilakukan saat musim hujan, tetapi juga pada masa peralihan dari kemarau ke musim hujan, karena kondisi tersebut membuat pohon lebih rentan patah. Beberapa lokasi prioritas, seperti kawasan Pajajaran yang memiliki banyak pohon besar, telah mendapatkan penanganan lebih lanjut.  

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan, mengingat cabang pohon bisa saja patah meskipun tampak kokoh.  

"Kami juga mengimbau warga untuk tidak memaku pohon, karena paku yang menembus jaringan pohon dapat menyebabkan pembusukan dan merusak kesehatannya," tegasnya.  

Baca Juga: Disperumkim Kota Bogor Siapkan Langkah Antisipasi Pohon Tumbang, Imbau Warga Hindari Jalan Rawan

Juniarti menjelaskan bahwa pohon yang sering dipaku untuk pemasangan spanduk atau reklame berisiko mengalami kerusakan pada bagian kambium, yang berfungsi sebagai jaringan pertumbuhan. Disperumkim sendiri tengah mengupayakan penggunaan alat sensor untuk mendeteksi kondisi kesehatan pohon dari dalam.  

"Jika ditemukan pohon yang mengalami kerusakan parah pada kambiumnya, kami akan memasukkannya dalam daftar pengawasan ketat," jelasnya.  

Baca Juga: Menghadapi Resiko Pohon Tumbang, Pemkot Bogor Relokasi Kabel Udara ke Bawah Tanah 

Di sepanjang jalan protokol, pohon yang berpotensi membahayakan langsung mendapatkan penanganan. Juniarti memastikan bahwa tidak ada lagi pohon dengan status ‘merah’ di ruas jalan utama Kota Bogor.  

"Jika ditemukan pohon yang berisiko tinggi, kami akan segera mengambil tindakan untuk menghindari potensi bahaya bagi pengguna jalan," pungkasnya.

(Febrian Batara Aditya Rahman)