BOGOR, CEKLISSATU–Helaran budaya “Mapag Pajajaran Anyar” tak hanya disuguhkan berbagai budaya dari 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor, rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke 544 tersebut berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bentuk komitmen melestarikan warisan budaya Sunda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade, mengapresiasi pelaksanaan helaran budaya dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang digelar di Alun-alun Kabupaten Bogor, Minggu (28/6/2026). 

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kekompakan seluruh elemen masyarakat sekaligus menjadi ajang menampilkan kekayaan seni, budaya, dan sejarah dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.

Jaro Ade mengatakan, helaran budaya tahun ini tidak hanya melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga seluruh kecamatan yang berkolaborasi mengangkat ciri khas daerah masing-masing.

Baca Juga: Pecahkan Rekor MURI, Karinding Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sunda

"Helaran ini bukan hanya di internal SKPD, tetapi kecamatan juga berkolaborasi mengangkat seni budaya dan sejarahnya. Ini cukup luar biasa," ujar Jaro Ade.

Ia juga mengapresiasi kekompakan unsur Muspika, pemerintah desa, hingga masyarakat yang turut menyukseskan acara. Ditambah cuaca yang mendukung, menurutnya, membuat rangkaian HJB berlangsung meriah.

"Kita berharap pada HJB tahun 2027 nanti bisa lebih dimaksimalkan lagi. Dengan semangat Pak Bupati, kami tinggal mendukung agar pelaksanaannya semakin meriah," katanya.

Jaro Ade menilai kemeriahan helaran budaya tersebut sudah layak disebut bertaraf nasional. Pasalnya, beragam atraksi yang ditampilkan mencerminkan keberagaman budaya masyarakat Kabupaten Bogor yang heterogen.