KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberikan klarifikasi terkait munculnya wacana aktivitas "ngantor" di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, yang sempat menimbulkan salah persepsi di masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan dimaksudkan untuk memindahkan kantor pemerintahan secara permanen ke wilayah tersebut.
Melainkan, ini adalah strategi kehadiran langsung Pemkab Bogor sebagai bentuk respons cepat terhadap masalah yang dinilai mendesak di daerah terpencil.
“Gini sebenernya, konteksnya adalah kita hadir di daerah terpencil, artinya ketika masalah itu harus kita selesaikan, dan masalahnya day to day atau jam per jam, maka pimpinan harus hadir di titik itu,” ucap Ajat Rochmat Jatnika kepada Ceklissatu.com.
Wacana “ngantor” ini sejatinya telah lebih dulu diterapkan di wilayah Parung Panjang, sebagai langkaj konkret untuk menangani isu-isu lokal yang membutuhkan perhatian langsung.
Ajat Rochmat Jatnika menyebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, telah ditugaskan selama tiga hari bekerja dari lokasi tersebut untuk menyelesaikan masalah kemacetan dan aktivitas transportasi tambang.
Baca Juga: Pimpin Rakor Pencegahan Korupsi Bersama KPK, Wabup Jaro Ade Pastikan Pemkab Bogor Pertahankan WTP
“Memang kita sudah mencoba ngantor di Parung Panjang, Pak Bayu (Kadishub) contohnya diperintahkan ngantor di Parung Panjang, dia tiga hari kemarin di Parung Panjang,” katanya.
Hal yang sama kini sedang dijalankan di Desa Malasari, wilayah yang berada di ujung barat Kabupaten Bogor dan dikenal memiliki akses yang terbatas.
Saat muncul petmasalahan yang mendesak, keberadaan pimpinan daerah secara langsung di lapangan dianggap penting untuk mengurusi hal tersebut.
Baca Juga: Pemkab Bogor Perkuat Satgas MBG dan TBC, Bupati Rudy Susmanto Tekankan Pentingnya Evaluasi Rutin
“Begitu juga di Malasari, begitu ada yang urgent, nggak bisa jauh-jauh, chemistry-nya nggak dapet,” tegas Ajat Rochmat Jatnika.
Sebagai bagian dari pendekatan ini, Pemkab juga tengah mengupayakan penyediaan fasilitas penumjang di wilayah Malasari, termasuk layanan transportasi sekolah untuk anak-anak di daerah tersebut.
“Malasari sekarang didorong penyediaan mobil sekolah, seperti itulah, biarbisa melihat, mendengar, merasakan keluh kesah dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, itu maksudnya,” ujar Ajat Rochmat Jatnika.
Baca Juga: Ditengah Isu KLB MBG, Pemkab Bogor Utamakan Pengolahan Sampah Dapur
Lebih lanjut, Ajat Rochmat Jatnika menambahkan bahwa seluruh perangkat kerja akan didorong agar pelayanan dan penyelesaian masalah di lapangan dapat berlangsung lebih efektif.
“Tergantung substansinya. Otomatis semua perangkat kantor APK-nya gitu, itu biar cepat seperti apa, didorong ke lokasi yang memang harus diselesaikan,” pungkasnya.
Comment