“Target penyelesaiannya bulan Oktober selesai. Pekerjaan ini meliputi pembangunan jalan, taman di Lawang Batutulis, Sumur Tujuh, serta pedestrian,” kata Andi.

Ia berharap penataan kawasan tersebut mampu memperkuat identitas heritage Kota Bogor sekaligus menarik wisatawan.

Di sisi lain, Pemkot Bogor juga menyoroti kondisi underpass Batutulis yang sebelumnya dinilai mengkhawatirkan. Esti mengungkapkan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terkait penanganan area underpass agar tidak menghambat proyek jalan baru.

Baca Juga: Retakan Meluas dan Aliran Air Deras, Jalan Saleh Danasasmita Batutulis Bogor Dinyatakan Rawan, Jenal Mutaqin: Tak Aman Dilintasi

“Kami sudah bersurat langsung melalui Bapak Wali Kota (Dedie A Rachim, red) kepada Dirjen Perkeretaapian agar dilakukan treatment terhadap kondisi underpass. Jangan sampai trase selesai tetapi muncul persoalan di underpass,” tegasnya.

Pemkot Bogor juga memastikan pembangunan trase baru tidak akan mengganggu bunker bersejarah di kawasan tersebut. Jalur jalan disebut akan dibangun berdampingan dengan bunker, dengan konstruksi khusus untuk menjaga keamanan struktur heritage itu.

“Bunker tidak akan tergusur. Nanti ada teknis konstruksi yang memastikan bangunan tetap aman,” tambah Esti.