Dedie Rachim menuturkan, saat ini Kota Bogor telah memiliki 144 SPPG yang dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Potensi untuk kita menggerakkan ekonomi kerakyatan itu ada di sekitar satu setengah sampai dua triliun. Kalau wilayah, LPM, RT/RW terlibat membantu tentu ini bisa menjadi peluang supaya masyarakat yang masuk desil satu sampai lima ikut terlibat di dalamnya,” tuturnya.
Ia juga menyinggung rencana pembangunan Koperasi Merah Putih yang nantinya diproyeksikan menjadi off taker ekonomi kerakyatan, termasuk mendukung distribusi kebutuhan untuk program SPPG.
Selain fokus pada pembangunan ekonomi, Dedie Rachim menegaskan bahwa pembangunan manusia juga menjadi prioritas Pemkot Bogor, mulai dari sektor kesehatan hingga pendidikan.
“Tujuan dari proses pembangunan yang kita laksanakan ini adalah bagaimana meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kualitas hidup masyarakat harus terus ditingkatkan melalui program-program yang tepat sasaran, seperti pemeriksaan kesehatan gratis serta pembangunan sarana pendidikan baru.
Dalam bidang pendidikan, Pemkot Bogor telah membangun SMPN 21, SMPN 22 ,dan SMPN 23, serta SMAN 11 dan SMAN 12. Selain itu, pemerintah juga menghadirkan program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Comment