BOGOR, CEKLISSATU – Wilayah selatan Kabupaten Bogor adalah salah satu wilayab strategis, yamg diapit Gunung Salak dan Gunung Pangrango, dan selalu menjadi sorotan.

Wilayah selatan Kabupaten Bogor itu selalu menarik perhatian wisatawan, terutama Kawasan Puncak.

Oleh sebab itu, kemacetan di wilayah selatan Kabupaten Bogor tak lepas dari masalah kemacetan. 

Selain kemacetan, wilayah selatan Kabupaten Bogor juga kerap dilanda bencana, seperti tanah longsor.

Baca Juga: Cegah Konflik Sosial, Bakesbangpol Kumpulkan Tokoh Lintas Agama

Yang belum lama ini terjadi di Kawasan Puncak adalah kknflik agraria.

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di wilayah selatan Kabupaten Bogor itu, Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) pun telah memberikan catatan khusus kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Ketua AMBS, Muhsin berharap Bupati Bogor, Rudy Susmanto dapat memberikan perhatian serius dan melakukan penanganan secepatnya.

Baca Juga: Bongkar Unit Usaha di Puncak Bogor, Menteri LH: Masih Ada 400 Ha Okupansi Ilegal yang Akan Ditindak

Untuk itu, berikut 8 poin yang diberikan AMBS kepada Bupati Bogor terkait permasalahan di wilayan selatan Kabupaten Bogor.

1. Pelayanan publik harus diperbaiki contohnya pelayanan di rumah sakit dan kantor-kantor pemerintahan.

2. Masih banyaknya masyarakat yang terkena PHK dan pengangguran.

Baca Juga: Puluhan Warga Hingga Imigran Puncak Kedapatan Buang Sampah Sembarangan

3. Wilayah selatan membutuhkan solusi mengurai kemacetan.

4. Jalan-jalan alternatif perlu pelebaran.

5. Perlu penertiban sampah liar.

6. Perlu penertiban aksi-aksi vandalisme agar wilayah selatan tidak terlihat kumuh.

7. Segera sikapi dan selesaikan konflik-konflik agraria dan tata ruang di mana saat ini masih terjadinya konflik antara penggarap dengan MNC (KEK Lido), PT BSS, PT Halizano, PT PMC, dan berdirinya vila-vila serta unit-unit usaha KSO di tanah PTPN.

8. Bogor Selatan khususnya Kawasan Puncak harus tetap terjaga hijau dan lestari.