BOGOR, CEKLISSATU.COM – Polres Bogor membongkar kasus mafia BBM dan tambang emas ilegal di beberapa lokasi di Kabupaten Bogor.

Hal itu mendapat perhatian khusus dari Bupati Bogor Rudy Susmanto yang mengatakan, bersama instansi vertikal memiliki tanggung jawab untuk mengawal kebijakan pemerintah pusat, khususnya terkait subsidi energi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

“Kebijakan subsidi energi baik bahan bakar gas maupun bahan bakar minyak harus benar-benar tepat sasaran dan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rudy Susmanto saat konferensi pers di Polres Bogor, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga: Polres Bogor Bongkar 7 Kasus Mafia BBM hingga Tambang Emas Ilegal, Kerugian Negara Tembus Rp12,5 M

Ia menegaskan, pengawasan tersebut dilakukan secara bersama-sama antara Pemerintah Kabupaten Bogor, TNI, Polri, Pertamina hingga Dinas Kehutanan.

Rudy juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam terhadap berbagai laporan masyarakat terkait aktivitas tambang ilegal yang meresahkan warga.

Aduan tersebut diterima baik secara langsung, melalui media sosial, maupun layanan Call Center 110.

Baca Juga: 21 Tahun Beroperasi Diam-Diam, Polisi Bongkar Tambang Emas Ilegal Pongkor di Bogor, Raup Rp9 M Tiap Bulan 

Sebagai tindak lanjut, Polres Bogor bersama Pemerintah Kabupaten Bogor menindak dua lokasi tambang emas ilegal.

Selain itu, aparat gabungan TNI dan Polri juga melakukan penyegelan sejumlah tambang ilegal di wilayah Bogor bagian barat.

Tak hanya itu, pemerintah daerah bersama kepolisian juga mulai melakukan penataan lalu lintas kendaraan tambang dengan memasang portal di sejumlah titik guna membatasi kendaraan besar masuk ke wilayah Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Tinjau Tambang Emas Antam, Rudy Susmanto: Potensi Nanggung Aset Strategis yang Harus Dikelola Bijak

“Ini bentuk keseriusan kami dalam menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus melindungi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Rudy menambahkan, keberhasilan pengawasan dan penegakan aturan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk aktif mengawal kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat kecil.

“Kami membangun Kabupaten Bogor bersama-sama. Kekuatan terbesar ada pada masyarakat. Mari kawal kebijakan yang pro terhadap masyarakat miskin dan masyarakat yang tidak mampu,” pungkasnya.