BOGOR, CEKLISSATU – Aktivitas di kawasan Sentul City belum sepenuhnya ramai ketika sejumlah petugas sudah mulai menyusuri jalanan. Saat sebagian warga masih bersiap menjalani aktivitas, para petugas kebersihan justru telah lebih dulu memastikan lingkungan dalam kondisi bersih dan tertata.


Rutinitas tersebut dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Dengan membawa sapu, gerobak, serta perlengkapan kerja lainnya, petugas Township Management Sentul City bergerak dari satu titik ke titik lainnya.


Jalan kawasan menjadi salah satu area yang mendapat perhatian. Sampah yang terlihat dikumpulkan, ruas jalan dibersihkan, sementara sejumlah area lainnya diperiksa untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terawat.


Head of City Concierge PT SGC Township Management Sentul City, Amiruddin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan rutin yang dilakukan untuk menjaga kebersihan sekaligus kenyamanan kawasan.


“Penyapuan kawasan dilakukan setiap pagi mulai pukul 06.00 sampai 10.00 WIB,” kata Amiruddin.


Pekerjaan petugas tidak berhenti pada penyapuan jalan. Sejumlah pekerjaan lain juga dilakukan, mulai dari membersihkan saluran air, mengangkut sampah hijau dan sampah rumah tangga, merawat tanaman serta ruang terbuka, hingga melakukan pemotongan rumput di sejumlah lokasi.
Seluruh pekerjaan tersebut dilakukan berdasarkan zona dan jadwal pelayanan yang telah ditentukan.


Karena itu, pengelola mengingatkan warga agar ikut mendukung sistem pengelolaan kebersihan dengan mengeluarkan sampah sesuai jadwal pengangkutan di wilayah masing-masing.


Langkah sederhana itu dinilai dapat membantu petugas bekerja lebih efektif. Sampah yang telah ditempatkan sebelum kendaraan pengangkut datang dapat langsung diangkut sesuai jadwal.


Sebaliknya, sampah yang baru dikeluarkan setelah kendaraan melintas berpotensi membuat lingkungan kembali terlihat kurang tertata.


“Menjaga kawasan tetap bersih, nyaman, dan terawat merupakan bagian dari pelayanan Township Management Sentul City,” tegas Amiruddin.


Bagi warga, lingkungan yang bersih mungkin menjadi sesuatu yang terlihat biasa setiap hari. Jalan yang bebas dari tumpukan sampah, rumput yang terpotong rapi, serta ruang terbuka yang terawat menjadi bagian dari keseharian.
Namun, kondisi tersebut tidak tercipta dengan sendirinya.


Ada petugas yang setiap pagi bekerja ketika sebagian warga baru memulai aktivitas. Mereka mengulang pekerjaan yang sama dari hari ke hari untuk memastikan berbagai sudut kawasan tetap terjaga.


Karena itu, pengelola menilai menjaga kebersihan tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada petugas. Peran warga juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman.
Warga diharapkan membuang sampah pada tempatnya, mengikuti jadwal pengangkutan, serta ikut menjaga fasilitas dan lingkungan di sekitar tempat tinggal.
“Bersama-sama kita jaga Sentul City tetap bersih, nyaman, dan terawat,” imbau pengelola.


Pengelola juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang selama ini berkontribusi melalui pembayaran BPPL (Biaya Pengelolaan dan Pemeliharaan Lingkungan).


Kontribusi tersebut turut mendukung berbagai pelayanan di kawasan, termasuk kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan pemeliharaan lingkungan.


Pada akhirnya, kebersihan sebuah kawasan bukan hanya soal petugas yang bekerja setiap pagi. Ada keterlibatan bersama antara pengelola dan warga untuk mempertahankan lingkungan agar tetap nyaman ditempati.


Di Sentul City, pekerjaan itu bahkan sudah dimulai sebelum sebagian besar warga menjalani aktivitas.


Ketika jalanan masih relatif sepi, para petugas telah lebih dahulu bergerak. Menyapu, mengangkut, merawat, dan memastikan lingkungan tetap terjaga.
Sebab, lingkungan yang bersih bukan sekadar hasil dari pekerjaan setiap pagi, tetapi juga buah dari kepedulian semua pihak yang tinggal dan beraktivitas di dalamnya.