Dalam sesi tanya jawab, warga antusias mengajukan berbagai pertanyaan, tidak hanya terkait program ZAMP tetapi juga mengenai pelayanan dan penanganan keluhan pelanggan.

“Alhamdulillah banyak pertanyaan dari warga, bukan hanya soal ZAMP, tapi juga pelayanan dan keluhan lainnya. Kami menjawab satu per satu, dan saya rasa mereka puas dengan penjelasan yang kami berikan,” ujar nya. 

Sonny juga berharap peran aktif masyarakat, terutama pengurus RT dan RW, dalam menyebarkan informasi mengenai ZAMP dan layanan Perumda Tirta Pakuan.

“Tim humas kami sudah memiliki WhatsApp Blast yang melibatkan RT dan RW setempat. Kami harapkan mereka aktif memberitahukan warga terkait program ZAMP ini dan layanan PDAM lainnya,” ujarnya.

Baca Juga: Dedie Rachim Wali Kota Bogor: Kualitas Terbaik Produk Perumda Tirta Pakuan

Lebih lanjut, Sonny menjelaskan bahwa untuk memastikan kelayakan air, pihaknya melakukan pemantauan selama 24 jam penuh dan memastikan jaringan pipa tidak mengandung bahan berbahaya seperti timbal.

“Kami pantau terus selama 24 jam. Wilayah ini kami pastikan pipa retikulasinya bebas timbal. Untuk pipa yang menuju rumah warga juga kami cek terlebih dahulu. Kebanyakan perumahan baru sudah menggunakan pipa PVC yang lebih aman,” ungkapnya.

Saat ini, di wilayah Bogor Selatan terdapat sembilan titik yang sudah masuk dalam Zona Air Minum. Sosialisasi akan terus dilakukan agar masyarakat semakin yakin bahwa air dari Perumda Tirta Pakuan sehat, higienis, dan terjangkau.