BOGOR, CEKLISSATU.COM – Musim kemarau mulai menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor karena berpotensi mengganggu hasil pertanian dan memicu gagal panen. 

Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade turun memantau kondisi pertanian sekaligus menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari Gerakan Pangan Murah hingga penyediaan pupuk dengan harga terjangkau bagi petani terdampak musim kemarau.

Jaro Ade mengatakan, pemerintah daerah perlu melakukan langkah antisipasi apabila terdapat petani yang mengalami penurunan produksi maupun gagal panen akibat kondisi cuaca dan ketersediaan air.

Baca Juga: Kemarau Belum Usai, 113 Desa di Kabupaten Bogor Dilanda Kekeringan dan Terancam Gagal Panen

“Untuk pertanian kita juga melakukan monitoring, terutama kemungkinan adanya gagal panen akibat musim kemarau. Kita harus memastikan kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah untuk membantu para petani yang terdampak,” jelasnya saat mengunjungi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Rabu (26/8/2026).

Sebagai bentuk langkah antisipasi, kata Jaro Ade, Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan sejumlah upaya, diantaranya melalui Gerakan Pangan Murah serta penyediaan pupuk dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya petani yang terdampak kondisi musim kemarau.

Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah potensi gangguan produksi pertanian.

Baca Juga: Kekeringan di Kota Bogor Makin Terasa, BPBD Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk 15 KK di Bojongkerta 

Sementara penyediaan pupuk murah diarahkan untuk membantu petani menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian serta meringankan beban biaya produksi, terutama bagi petani yang terdampak penurunan hasil panen.

Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus melakukan pemantauan kondisi pertanian di berbagai wilayah untuk memperoleh gambaran kondisi riil di lapangan. 

Hasil monitoring tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah intervensi dan bantuan yang diperlukan bagi masyarakat maupun petani yang terdampak.

Baca Juga: Distanhorbun Catat Ratusan Lahan di 11 Kecamatan Kabupaten Bogor Gagal Panen

“Pemerintah daerah akan terus hadir dan melakukan monitoring. Kalau memang ada petani yang terdampak, tentu kita siapkan langkah-langkah untuk membantu, termasuk melalui pangan murah dan pupuk murah,” tandas Jaro Ade.