BOGOR, CEKLISSATU.COM - Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 dibuka di Kabupaten Bogor dengan tema "Bambu dan Bunyi Ritus".
Dikutip dari kutaudayawangsa, Minggu (4/10/2026), Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan, lebih dari 1.000 jenis musik tradisional Indonesia perlu dijaga sekaligus dikembangkan lewat kreasi dan inovasi baru.
Dorongan itu menjadi salah satu fokus Festival Musik Tradisi Indonesia atau FMTI 2026 yang dimulai dari Kabupaten Bogor melalui Sangitaloka.
Baca Juga: Pecahkan Rekor MURI, Karinding Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sunda
Festival tersebut akan digelar di sepuluh kabupaten dan kota di Indonesia.
"Bukan hanya kita jaga dan lindungi, lebih dari itu, harus kita kembangkan dengan kreasi-kreasi baru, inovasi-inovasi baru. Dan kemudian kita manfaatkan menjadi ekonomi budaya, menjadi industri budaya," kata Fadli.
Ia mengatakan pengembangan tersebut penting agar kekayaan budaya dapat memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat yang selama ini menjaga dan menghidupkan tradisi.
Baca Juga: Pemecahan Rekor MURI Memainkan Karinding Terbanyak di Kabupaten Bogor
Bambu dipilih karena memiliki hubungan dekat dengan kehidupan masyarakat Sunda, mulai dari alat musik, lingkungan sosial, hingga praktik budaya dan ritual.
"Bunyi yang lahir dari bambu membawa cerita tentang hubungan manusia dengan alam dan kebudayaannya," ujar Fadli.
Menurut Fadli, kekuatan musik tradisi Indonesia lahir dari ekosistem masyarakat yang masih menjaganya.
Baca Juga: Bupati Bogor Dorong Durian Lokal Tembus Pasar Global di Festival Durian Sentul City
Fadli mencontohkan Didong di Gayo, Dol di Bengkulu, Talempong di Tanah Datar, Gendang Beleq di Lombok, Bundengan di Wonosobo, hingga Angklung Gubrag di Bogor.
Sangitaloka menghadirkan sejumlah kelompok musik tradisi dari Bogor dan sekitarnya, antara lain Jagat Layung, Kalingga, Gamelan Cibatokan, Angklung Gubrag Dogdog Lojor, Bilik Jasinga, Gamelan Ajeng, dan Bajidoran. Rita Tila tampil sebagai bintang tamu.
Karya yang ditampilkan tetap berakar pada tradisi, tetapi dibuka untuk tafsir artistik yang lebih segar agar dapat diterima publik masa kini.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Congklak, Permainan Tradisional yang Sarat Nilai Edukasi
FMTI merupakan program tahunan yang berjalan sejak 2021. Setelah Bogor, rangkaian festival dijadwalkan berlangsung di Wonosobo, Maumere, Makassar, Kuningan, Aceh, Mataram, Pontianak, Bengkulu, dan Batusangkar.
Kementerian Kebudayaan juga menempatkan pengembangan musik tradisi dalam program Manajemen Talenta Nasional, mulai dari pembibitan, peningkatan kemampuan, hingga pengenalan di tingkat internasional.
Program itu diarahkan untuk memperkuat komunitas musik tradisi, membuka ruang kolaborasi lintas generasi, mendukung dokumentasi dan residensi musik, serta memperluas peluang musik tradisi Indonesia tampil di panggung global.
Comment