Oleh karena itu, lanjut Hanif dibutuhkan kehati-hatian dan kesungguhan semua pihak dalam merekonstruksi kebijakan serta merencanakan langkah-langkah strategis guna mengembalikan fungsi lingkungan.
Hanif menyebut, Kementerian Lingkungan Hidup telah melakukan sejumlah simulasi model pengembalian alur air Sungai Ciliwung, termasuk dengan menerapkan teknik vegetatif melalui penanaman pohon serta teknik sipil dengan pembangunan embung-embung penampung air.
Baca Juga: Jenal Mutaqin Pastikan SPPG di Kota Bogor Sesuai Standar Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan
Sebagai upaya nyata, Kementerian Lingkungan Hidup bersama masyarakat, PTPN dan KSO melakukan penanaman 15 ribu pohon secara serentak di kawasan hulu Sungai Ciliwung. Aksi ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat resapan air dan menstabilkan fungsi ekologi di kawasan puncak
"Ada hampir 700 meter persegi embung dengan kedalaman tertentu yang harus kita bangun di titik-titik kulminasi air yang mengalir ke Sungai Ciliwung. Ini memerlukan kerja keras kita semua," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah, mulai dari Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor, Pemerintah Kota Depok, hingga Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Baca Juga: Menteri LH Segera Kumpulkan Owner Wisata dan Usaha Puncak Bogor, Evaluasi Soal Penyegelan
Upaya di wilayah hulu seperti Megamendung dan Cisarua dinilainya sangat menentukan keberlangsungan ekosistem di wilayah hilir.
Comment