"Bagaimana tantangan-tantangan hari ini yang dihadapi oleh Humas di lingkungan Kementerian Sosial, di mana kita bertemu dengan macam-macam berita yang harus kita verifikasi, yang harus kita pilih, kita pilah, dan kemudian kita sajikan ke masyarakat luas," jelasnya.

Tak hanya dituntut mampu menyampaikan informasi secara akurat, jajaran Humas juga harus memiliki kemampuan menangkal hoaks dan berita palsu yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

Saifullah berharap seluruh peserta pelatihan dapat meningkatkan keterampilan sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta.

"Di samping itu, juga harus punya keterampilan bagaimana menghalau berita-berita hoaks, berita-berita palsu, berita-berita mungkin bisa jadi jauh dari fakta yang terjadi," ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta. Mereka tidak hanya hadir secara langsung, tetapi juga berasal dari berbagai balai, sentra, Sekolah Rakyat, serta satuan kerja Kemensos yang terhubung dalam kegiatan tersebut.

Saifullah berharap peningkatan kapasitas ini membuat jajaran Humas Kemensos semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menyajikan informasi yang kredibel kepada masyarakat.

"Alhamdulillah ini kita ingin nanti mereka-mereka makin terampil. Makin terampil, tidak kalah dengan berita hoaks," pungkasnya.