Puncak Kehidupan di Tengah Malam
Ketika jarum jam melintasi tengah malam, denyut kehidupan pasar justru mencapai puncaknya.
Suara truk pengangkut dari Cianten dan Pamijahan terdengar bersahutan. Kuli panggul berlarian cepat, mengangkat keranjang berisi sayur segar di pundak mereka.
Baca Juga: Kades Purasari Ungkapkan Kekecewaan, CSR dan Bonus Produksi dari SEGS Belum Sentuh Warga
Di sela keriuhan, terdengar suara musik dangdut dari speaker tua di salah satu warung kopi. Aroma gorengan panas bercampur dengan bau tanah basah dari hasil panen.
Semua bersatu membentuk aroma khas pasar rakyat, riuh, hidup, dan jujur.
"Pasar ini nggak pernah sepi," tutur Deden (38), kuli panggul yang sudah bekerja sejak remaja.
"Kalau pagi ramai pembeli kecil, malam ramai pedagang besar. Jadi kayak ganti shift aja. Tapi ya, nggak pernah benar-benar berhenti." lanjut dia.
Fajar yang Tak Mengakhiri Kesibukan
Saat fajar menyingsing, pasar tak berhenti hanya berganti wajah. Pedagang malam menutup lapak, sementara penjual ikan, ayam potong, dan bumbu dapur mulai mengambil tempat.
Sinar matahari menembus atap seng yang berembun, mengubah suasana tanpa menghentikan ritmenya.
Comment