KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM — Usai menghadiri Haul Akbar Mbah Muhyidin bin Mbah Ubang, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade menyambangi Desa Wisata Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Rabu (23/07/2025) malam. 

Kunjungan ini menjadi angin segar bagi para pengelola wisata yang mayoritas merupakan pemuda-pemudi lokal.

Di lokasi wisata alam tersebut, Jaro Ade disambut hangat para pengurus yang selama ini mengelola Desa Wisata Sipak secara mandiri. 

Tak sekadar hadir, Jaro Ade juga memberikan bantuan modal usaha guna mendukung pelaku UMKM yang menjajakan dagangan di kawasan wisata.

Baca Juga: Hadiri Haul Akbar ke-92 Mbah Muhyidin Parungsapi Jasinga, Jaro Ade: Pentingnya Mengingat Jasa Besar Para Ulama

"Ini bapak kasih modal, hati-hati ya dalam mengelola arung jeramnya," pesan Jaro Ade, mengingatkan pentingnya keselamatan dalam pengelolaan wahana wisata air yang menjadi andalan Desa Sipak.

Desa Wisata Sipak dikenal dengan keindahan sungai, alam, religi dan potensi wisata arung jeramnya. 

Namun, Jaro Ade mengingatkan, pengelolaan dilakukan secara profesional dan memperhatikan standar keselamatan agar tidak membahayakan wisatawan.

Ketua Desa Wisata Sipak, Euis Nurlina mengungkapkan, rasa syukurnya atas bantuan tersebut. 

Baca Juga: Perluas Jangkauan Layanan Kesehatan, Wabup Bogor Jaro Ade Dorong Pembangunan RS PMI di Parung Panjang

"Alhamdulillah, teman-teman senang sekali. Selama ini kami berjualan dan mengelola wisata secara mandiri. Kehadiran Pak Jaro Ade dan bantuannya tentu sangat berarti bagi kami," ucap Euis Nurlina.

Jaro Ade Sipak 2.webp
APRESIASI: Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade) mengapresiasi para pemuda-pemudi lokal yang telah mengelola Desa Wisata Sipak secara mandiri dan profesional, pada Rabu (23/07/2025) malam. FOTO: DIDIN KHAERUDIN/CEKLISSATU.COM

Kunjungan ini menjadi bentuk nyata dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terhadap pemberdayaan desa wisata dan pelaku UMKM lokal. 

Selain mempererat hubungan antara pemda dan masyarakat, Jaro Ade juga menegaskan pentingnya tata kelola wisata yang aman dan berkelanjutan demi mendukung ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.