BOGOR, CEKLISSATU.COM - Harga sejumlah bahan pangan di Pasar TU Kemang Bogor terpantau relatif stabil meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan dan penurunan harga. Hal tersebut disampaikan Kepala Unit Pasar TU Kemang Bogor Edo Saputra, saat ditemui di kawasan pasar. Edo mengatakan secara umum kondisi harga bahan pokok di Pasar TU masih terkendali.
“Harga pangan di Pasar TU masih dalam keadaan stabil. Ada yang mengalami penurunan harga dan ada juga yang mengalami kenaikan,” ujarnya. Sabtu, (7/3/2026)
Ia menjelaskan, komoditas yang mengalami kenaikan harga saat ini adalah cabai keriting dan cabai rawit hijau besar. Namun kenaikan tersebut masih tergolong wajar.
“Untuk kenaikan harga ada di cabai keriting dan cabai rawit hijau besar,” kata Edo.
Baca Juga: Arya Sinulingga Buka Program Perdana PSSI Pers Periode 2026–2029 di GBK
Menurutnya, cabai keriting mengalami kenaikan sekitar 8 persen atau sekitar Rp2.000 dari harga sebelumnya. Sementara cabai rawit hijau besar mengalami kenaikan sekitar 15 persen atau sekitar Rp3.000.
“Kalau cabai keriting kenaikannya sekitar 8 persen, kurang lebih Rp2.000. Sementara cabai hijau besar itu naik sekitar 15 persen atau sekitar Rp3.000,” jelasnya.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Penurunan terjadi pada cabai merah besar, cabai rawit hijau, serta bawang merah.
“Untuk penurunan harga ada di cabai merah besar sekitar 17 persen atau sekitar Rp5.000. Cabai hijau rawit turun sekitar 25 persen atau sekitar Rp10.000. Kemudian bawang merah juga turun sekitar 10 persen atau sekitar Rp4.000,” ungkapnya.
Sementara itu, aktivitas pembelian masyarakat di Pasar TU masih tergolong stabil. Pembeli yang datang umumnya merupakan pedagang sayur maupun masyarakat yang membeli kebutuhan sehari-hari.
“Kalau untuk sekarang masih stabil. Masyarakat masih membeli bahan pokok di Pasar TU, khususnya para pedagang sayur dan sejenisnya,” ujarnya.
Meski belum terlihat lonjakan signifikan, Edo mengakui jumlah pengunjung pasar mulai menunjukkan peningkatan.
Baca Juga: Camat Bogor Selatan Apresiasi Gerakan Pangan Murah IPSM untuk Stabilkan Harga Pangan
“Kalau peningkatan, kelihatannya sudah mulai ada peningkatan pengunjung di Pasar TU,” katanya.
Ia menambahkan, pembeli yang datang ke Pasar TU tidak hanya berasal dari wilayah Bogor, tetapi juga dari beberapa daerah lain di sekitarnya.
“Kalau pembeli kebanyakan dari Bogor sendiri, kemudian dari Kabupaten, lalu ada juga yang dari Tangerang, Sukabumi, dan Cianjur,” ujarnya.
Edo juga mengajak masyarakat untuk berbelanja di Pasar TU karena kualitas bahan pangan dinilai baik dan berasal langsung dari petani.
“Kami berharap kepada warga dapat berbelanja lebih banyak di Pasar TU,” katanya.
Menurutnya, Pasar TU memiliki peran sebagai pasar induk yang memasok kebutuhan pangan ke berbagai pasar di wilayah Kota Bogor.
“Kalau kualitas, insyaallah Pasar TU lebih baik karena kita pasar induk yang ada di Bogor, dan barang-barang di Pasar TU itu disebarkan ke seluruh pasar yang ada di Kota Bogor,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian besar bahan pangan yang dijual di Pasar TU berasal langsung dari para petani.
“Iya, kalau bahan pokok, barang-barangnya dari petani,” pungkasnya.
Comment