Hingga Jumat pagi, jumlah kurban yang terkumpul disebut telah mencapai lebih dari 27 ribu lebih ekor setara domba atau kambing. Angka tersebut, menurut Ahmad, telah melampaui capaian tahun sebelumnya.
“Pagi ini saja jumlahnya sudah melampaui tahun lalu, jadi kami memperkirakan capaian tahun ini akan lebih tinggi,” ujarnya.
Program distribusi kurban Dompet Dhuafa tahun ini menjangkau 28 provinsi, lebih dari 800 desa, serta lima negara di luar Indonesia, termasuk Palestina.
Untuk distribusi di negara lain,
Dompet Dhuafa menerapkan pola yang sama seperti di Indonesia, yakni pembelian hewan kurban di negara tujuan, penyembelihan, dan pembagian daging kepada masyarakat setempat. Namun, khusus Palestina, distribusi dilakukan dalam bentuk kornet karena kondisi keamanan yang tidak stabil.
Baca Juga: Bantuan Hewan Kurban Presiden Prabowo di Masjid Raya Nurul Wathon
“Khusus Palestina, kami mengemasnya dalam bentuk kornet. Hewan kurban dari Indonesia dikirim ke pabrik pengolahan daging kaleng di Mesir, kemudian dikirim ke Gaza dan Palestina,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ahmad juga menyinggung kerja sama Dompet Dhuafa dengan organisasi filantropi Asia Pasifik, Aisia, yang telah terjalin sejak lama. Menurutnya, hubungan tersebut turut memperkuat eksistensi Dompet Dhuafa di tingkat internasional.
“Kerja sama ini membantu eksposur Dompet Dhuafa di kawasan Asia Pasifik dan mendukung jejaring dengan berbagai lembaga sosial di berbagai negara,” katanya.
Comment