BOGOR, CEKLISSATU - Upaya pencarian pengendara motor diketahui merupakan ASN Pemkot Bogor yang diduga terjatuh dari jembatan penghubung wilayah Cipaku-Pamoyanan Kota Bogor dan di duga hanyut di sungai cisadane terus dilakukan tim SAR gabungan.

Pencarian yang dimulai sejak Kamis malam (13/8/2026) hingga hari kedua pada Jumat malam (14/8/2026) dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan melibatkan berbagai unsur terkait.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan seluruh proses pencarian di aliran Sungai Cisadane telah dilakukan secara maksimal sesuai prosedur.

Hal tersebut disampaikan Dimas seusai memimpin proses pencarian di aliran Sungai Cisadane pada Jumat (14/8/2026) malam.

Baca Juga: Pegawai Pemkot Bogor Diduga Hanyut di Sungai Cissdane, Tas dan Helm Ditemukan

Menurut Dimas, selain menggunakan metode pencarian sesuai SOP, upaya pencarian juga turut didukung oleh sejumlah tokoh masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal.

"Kita lakukan sesuai dengan standar operasional prosedur. Namun, secara kearifan lokal, warga sekitar juga mengupayakan. Kalau dalam bahasa Sunda, syareat. Ada beberapa sesepuh, pupuhu, yang berikhtiar, mungkin dengan melakukan doa dan memohon agar segera dibukakan dan dipermudah untuk menemukan saudara kita, Saudara Bayu," ungkap Dimas kepada wartawan di halaman Kantor Kelurahan Cipaku, Jumat (14/8/2026).

Dimas menegaskan, keterlibatan tokoh masyarakat dalam upaya tersebut tidak mengganggu proses teknis pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan. Sebaliknya, ia menyebut dukungan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu menemukan korban.