Festival ini bukan hanya ajang minum kopi, tapi pintu peluang ekonomi yang lebih besar,” ujar Benyamin.
Menurutnya, semangat merah putih bukan hanya soal perayaan kemerdekaan, tapi juga mengangkat ekonomi rakyat.
“Merah putih itu di dada, tapi ekonomi rakyat ada di tangan. Lewat festival ini, kami ingin UMKM kopi Indonesia punya daya saing global dan mampu membuka lapangan kerja baru,” tambahnya.
Panggung Belajar bagi UMKM
Koordinator acara, Nancy Wahyuni mengatakan bahwa festival ini adalah “laboratorium pasar” bagi pelaku UMKM.
"Rasa enak itu wajib, tapi identitas merek yang kuat membuat produk bertahan lama. Branding memberi cerita, harga pantas, dan pasar setia," ungkap Nancy Wahyuni.
"Lewat festival ini, UMKM bisa menguji kemasan, harga, strategi promosi, dan langsung mendapat masukan dari pembeli,” jelas Nancy Wahyuni.
Indonesia kini adalah produsen kopi terbesar ke-4 dunia, namun banyak pelaku kecil belum terangkat. Festival ini diharapkan menjadi langkah nyata agar kopi lokal legendaris tak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga meraih pengakuan di kancah internasional.
Undangan untuk Menikmati dan Mendukung
Bagi yang rindu suasana layar tancap, ingin duduk santai sambil menyeruput kopi panas dan kudapan tradisional, inilah waktunya. Datanglah bersama keluarga, teman, atau pasangan, nikmati nostalgia, dan dukung UMKM kopi kita.
Comment