Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang memimpin langsung kegiatan bebersih di alun-alun itu mengatakan bahwa kegiatan Jumat Bersih merupakan program rutin dan ikhtiar Pemkot Bogor untuk terus mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

“Ini adalah bentuk ikhtiar kami sebagai Pemkot yang terus mengajak warga dan para stakeholder untuk berkolaborasi, mulai dari masyarakat umum, siswa-siswi, pramuka, para relawan kebersihan hingga seluruh unsur lainnya, termasuk para wartawan, pramuka, OPD dan stakeholder lainnya dalam kegiatan Jumat Bersih ini,” tutur Jenal usai kegiatan di kawasan Alun-alun.
Jenal berharap kegiatan bebersih tersebut tidak hanya bersifat seremonial, namun menjadi kebiasaan positif yang terus dijaga dan rutin dilakukan.
Selain itu, Jenal juga mengapresiasi PWI Kota Bogor yang terlibat dan selalu aktif dalam berbagai kegiatan kolaborasi dan sinergi.
“Harapannya satu, syiar ini dicontoh dan dijaga sehingga menjadi kebiasaan baik dalam menjaga pola hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan. Teman-teman wartawan PWI Kota Bogor menyaksikan sendiri, bagaimana upaya kami menjaga kebersihan ini,” jelasnya.
Menurut Jenal, kondisi Alun-alun Kota Bogor pasca libur panjang cukup memprihatinkan, terutama di area taman dan saluran air. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penegakan standar operasional prosedur (SOP) oleh petugas kebersihan.
“Saya berharap seluruh petugas menjalankan SOP dengan baik dan tegas, sehingga perilaku buang sampah sembarangan bisa diminimalisir. Hari ini kami berkolaborasi bersama PWI dan Bank BJB, tidak hanya membersihkan Bogor dari sampah, tetapi juga berupaya menata lalu lintas dan mengurangi kemacetan,” terangnya.
Selain persoalan kebersihan, Pemkot Bogor juga menyiapkan langkah penataan kawasan Alun-alun, termasuk rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL). Jenal menyebutkan, kawasan Jalan Nyi Raja Permas akan dijadikan lokasi relokasi PKL Alun-alun Dewi Sartika pada tahun 2026.
“Insya Allah tahun ini sudah kita anggarkan. Nantinya akan dibangun hanggar yang di dalamnya terdapat wisata kuliner Dewi Sartika, Nyi Raja Permas, dan sekitar Alun-alun. Setelah itu harus jelas, tidak ada lagi tawar-menawar,” tegasnya.
Relokasi tersebut diharapkan mampu memusatkan aktivitas masyarakat dan UMKM di satu kawasan, sekaligus menjaga kebersihan trotoar dan ruang publik.
“Kita relokasi ke dalam agar okupansi manusia terpusat, UMKM hidup di sana, PKL hidup di sana, dan tidak ada lagi yang mengotori jalan maupun trotoar,” ucap Jenal.
Masih di lokasi kegiatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto, menyampaikan bahwa volume sampah di kawasan Alun-alun meningkat signifikan pasca perayaan malam tahun baru.
“Dalam dua hari terakhir Alun-alun luar biasa sampahnya. Hari ini kita mengangkut dua truk dari DLH, satu truk dari PUPR, dan satu truk dari Perumkim. Total sampah yang terangkut sekitar 3,8 ton, dari pasca malam tahun baru hingga hari ini,” jelasnya.
Terkait target mempertahankan penghargaan Adipura, Deni menegaskan bahwa Pemkot Bogor terus menjaga konsistensi kebersihan di seluruh wilayah kota.
“Kita terus lakukan bersih-bersih bersama OPD dan stakeholder. Tidak hanya Alun-alun, tapi seluruh titik seperti terminal, pasar, pedestrian, dan saluran air dilakukan secara merata. Kami juga mengajak seluruh wartawan, PWI Kota Bogor, untuk terlibat menjaga kebersihan,” jelasnya.
Sementara Kepala Cabang Bank BJB Bogor Kota, Heru Baharudin mendukung penuh kegiatan kolaborasi dan sinergi, seperti Bebersih Alun-Alun Kota Bogor. Pihaknya juga siap memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan sosial yang dilaksanakan di Kota Bogor.
"Kami mendukung kegiatan ini, bentuk kolaborasi dan sinergi berbagai pihak, baik Pemkot Bogor dan PWI Kota Bogor. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan Kota Bogor kembali meraih piala Adipura," tutupnya
Kegiatan Jumat Bersih yang menyisir kawasan Alun-alun, Jalan Dewi Sartika, Stasiun Kereta Api, dan sekitarnya. diikuti sekitar 500 orang, yang terdiri dari DLH, PUPR, Perumkim, PWI Kota Bogor, serta unsur lainnya.
Comment