Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter dan pelatihan keterampilan. Kurikulum yang diterapkan tetap mengikuti kurikulum nasional, namun dilengkapi berbagai kegiatan pengembangan kemampuan, laboratorium yang memadai, serta beragam kegiatan ekstrakurikuler.
Untuk Sekolah Rakyat permanen di Jasinga, pembangunan fisik saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Pemerintah menargetkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dapat dimulai pada akhir Juli 2026, sedangkan empat Sekolah Rakyat rintisan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan Agustus 2026.
Sementara itu, proses rekrutmen guru oleh Kementerian Sosial masih berlangsung dan diperkirakan rampung pada September 2026. Selama masa transisi, Pemerintah Kabupaten Bogor akan menyiapkan guru bantuan atau guru tamu agar proses belajar mengajar tetap berjalan.
Baca Juga: Kemensos Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Rancamaya Bogor, Tahun Ini Rampung
Adri juga mengungkapkan, dua Sekolah Rakyat rintisan yang telah lebih dulu beroperasi di Suweno dan Galih Pakuan Ciseeng nantinya akan dipindahkan ke kompleks Sekolah Rakyat permanen di Jasinga setelah pembangunan selesai. Bahkan, empat Sekolah Rakyat rintisan yang baru dibentuk juga direncanakan akan dipusatkan di Jasinga pada tahun depan.
"Harapannya, seluruh Sekolah Rakyat nantinya terpusat di Jasinga sebagai kampus permanen. Dengan program ini, anak-anak dari keluarga miskin ekstrem memiliki kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus pembinaan karakter untuk memutus rantai kemiskinan," pungkasnya.
Comment