BOGOR, CEKLISSATU.COM – Debu tebal yang beterbangan dan jalanan becek setiap kali hujan turun, sudah menjadi pemandangan yang tak asing lagi bagi masyarakat Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Sejak aktivitas tambang kapur di wilayah Klapanunggal berjalan bertahun-tahun lalu, warga setempat harus hidup berdampingan dengan hiruk pikuk truk tambang yang beroperasi hampir 24 jam tanpa henti.
Kasi Trantib (Ketentraman dan ketertiban) Kecamatan Klapanunggal, Atma saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa pihaknya menyadari dampak besar dari aktivitas pertambangan yang dilakukan sejumlah perusahaan.
Baca Juga: Warga Khawatir Bahaya di Jalan, Truk Tambang di Klapanunggal Bogor Tak Tutupi Muatan dengan Terpal
“Aktivitas tambang kapur di sini sudah berjalan dari dulu. Otomatis dari aktivitas tambang menimbulkan debu, becek lumpur dan sebagainya,” terang Atma saat ditemui Ceklissatu.com di kantor Kecamatan Klapanunggal, Senin (25/08/25).
Menurut dia, lalu lalang truk tambang di jalan umum yang tidak pernah berhenti memperparah kondisi lingkungan sekitar.
“Karena juga kendaraan truk ini dikatakan 24 jam bisa juga. Jadi debu dan becek tuh sudah langganan kita di sini, sudah jadi makanan sehari-hari,” tambahnya.
Baca Juga: Diduga Hilang Kendali Truk Fuso Masuk Parit di Raya Narogong, Berikut Ini Kronologinya
Atma mengungkapkan, pihak kecamatan pernah melakukan upaya untuk mengurangi dampak buruk dari aktivitas tambang tersebut.
Pada tahun 2013, pemerintah sempat melakukan pengecoran jalan dengan konsep pemisahan jalur antara kendaran warga dan truk tambang.
“Waktu itu kita cor jalan hanya sebelah. Jadi yang dicor untuk pengendara umum atau warga, sedangkan jalan yang jelek sebelahnya itu untuk truk tambang. Waktu itu pengen dilanjutin ngecor-nya tapi karena ada Covid-19 pada saat itu, jadi tidak dilanjut,” jelas Atma.
Baca Juga: Aktivis Desak Prabowo Usut Dugaan Korupsi Pascatambang Rp168 Miliar di Bintan
Meski begitu, Kecamatan Klapanunggal tetap menaruh harapan besar kepada perusahaan tambang yang beroperasi agar lebih bertanggung jawab.
“Harapannya intinya mereka itu menggali atau melakukan perizinan, para penambang jangan pakai dynamite atau peledak ketika nambang,” tegasnya.
Comment