"Kita tidak meminta, itu janji gubernur,” ujarnya.
Baca Juga: Bukan Dibuang, DLH Sebut Sampah Tangsel 200 Ton Diolah Jadi Abu di Cileungsi Kabupaten Bogor
Asep juga menyinggung soal lapangan pekerjaan dan nasib warga yang memiliki truk, namun masih terikat cicilan leasing.
Ia meminta Bupati Bogor membuat surat edaran agar ada restrukturisasi dan keringanan dari pihak leasing. "Banyak masyarakat terbelit utang, ke leasing, ke bank emok, dan lain-lain,” bebernya.
Meski mengaku puas, Asep menegaskan, tuntutan massa belum sepenuhnya selesai. Jika nantinya pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat atau KDM tidak membuahkan hasil dan tambang masih ditutup, aksi lanjutan dengan skala lebih besar akan dilakukan.
Baca Juga: Lintas Sentul Trail Run 2026 Sukses Gaet 1.400 Pelari, Atlet Asia hingga Dampak Ekonomi Jadi Sorotan
"Kita khawatir kalau ini berlarut, tingkat kriminalitas meningkat. Ini sudah soal perut, kebutuhan hidup. Penjarahan, curanmor bisa terjadi di mana-mana,” ujarnya.
Ia juga menggambarkan kondisi masyarakat yang terdesak, hingga nekad mengambil sisa material tambang di sungai dan kawasan hutan.
Comment