BOGOR, CEKLISSATU - Sejumlah pedagang di Plaza Bogor mengadu ke anggota DPRD menyusul adanya isu pengosongan pusat perbelanjaan yang akan dilakukan Pemkot Bogor tahun ini. 

"Ada belasan pedagang (Plaza Bogor) yang datang ke saya mengadukan terkait ada isu pengosongan Plaza Bogor pada tahun ini," kata anggota DPRD Kota Bogor, Rizal Utami, Jumat 4 November 2022.

Rizal mengaku sudah mendengar ada wacana Pemkot Bogor mengubah Plaza Bogor sebagai lahan parkir. Untuk itu para pedagang pun mempertanyakan kapan waktu pembongkaran akan dilakukan. 

"Apakah benar Perumda sudah mengeluarkan jadwal waktu pembongkaran (Plaza Bogor). Ini yang mereka ingin tahu," ujarnya. 

Sementara para pedagang mengaku belum mendapat informasi dari Perumda Pasar Pakuan Jaya terkait jadwal pengosongan lapak dagangannya. Isu tersebut sehingga membuat resah para pedagang yang berjualan di Plaza Bogor. 

Anggota DPRD dari Fraksi PPP Kota Bogor ini pun meminta Perumda Pasar Pakuan Jaya agar melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelun melakukan pengosongan Plaza Bogor. 

"Satu sisi iuran hak guna pakai ditagih, tapi sisi lain Perumda Pasar mengeluarkan jadwal waktu pembongkaran akhir tahun ini juga akan dilaksanakan, itu bikin iklim usaha di Plaza Bogor tidak kondusif," ucapnya. 

Dia berharap rencana Pemkot Bogor yang akan membongkar Plaza Bogor tidak sampai memicu pengangguran baru. 

"Jadi saran kami sosialisasi dulu ke pedagang, dan minta pendapat ke pedagang bagusnya seperti apa, terpenting setelah revitalisasi Plaza Bogor ada kepastian berusaha lagi agar mereka tetap bisa berjualan," ungkapnya. 

Selain itu, Perumda Pasar Pakuan Jaya untuk memastikan tempat relokasi pedagang sebelum dilakukan pembongkaran. 

"Cuma saya bingung apa hubungannya Perumda Pasar dengan area parkir. Kewenangan BUMD itu hanya penyewaan pasar, pembangunan kios dan mengelola kios-kios di pasar," ungkap dia. 

"Kalau core bisnis dia perparkiran ya kita paham, tapi aset yang sudah jadi pasar harus diubah jadi lahan parkir, dan ini menjadi pertanyaan," lanjutnya.