BOGOR, CEKLISSATU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, meminta Pemda untuk lebih selektif dalam menentukan pemenangan tender pekerjaan.
Bukan tanpa alasan, DPRD mengaku kerap kali menemui pengusaha yang tidak memiliki cukup modal, memenangkan tender hingga menghasilkan pekerjaan yang tidak maksimal.
Hal itu salah satunya diungkapkan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Daen Nuhdiana. Dia menilai banyaknya proyek yang mangkrak dan masuk luncuran di 2023, lantaran perusahaan atau pengusaha tidak memilki modal alias kere.
"Makannya bagi perusahaan di Kabupaten Bogor yang tidak punya modal, mending tidak usah lelang pekerjaan kontruksi di Kabupaten Bogor dan ini pun harus jadi perhatian pemerintah," kata Daen kepada wartawan, Senin 23 Januari 2023.
Baca Juga : Korban Kopi Beracun Solihin Pembunuhan Berantai, Sasar Tetangganya Sendiri
Dia pun meminta dinas yang memiliki pekerjaan fisik khususnya dan Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa (ULPBJ) untuk mencoret nama perusahaan yang belum merampungkan pekerjaannya di tahun 2022 dan mendapat luncuran kegiatan fisik pada 2023 ini.
"Perusahaan mana yang tidak benar mengerjakan kegiatan, blacklist saja. Yang dapat luncuran blacklist saja semua. Masih banyak perusahaan lokal asli Kabupaten Bogor yang punya uang," paparnya.
Menurut dia, permasalahan itu harusnya menjadi catatan dinas terkait untuk lebih selektif memilih dan memilah calon perusahaan pemenang tender. Bukan hanya dilihat dari data pendukung, namun juga dari sisi keuangan perusahaan.
“Walaupun dalam aturan juga ada data dokumen pendukung, kerjasama dengan perusahaan mana, sejauh mana pengalamannya, tapi saya kira harus juga perusahaan memiliki keuangan yang maksimal ketika mengerjakan proyek-proyek,” ujar dia.
Comment