“Awalnya teman-teman aja yang pesan, tapi lama-lama makin banyak yang suka. Akhirnya saya mulai sering terima pesanan,” ungkapnya.
Kini, Bongki berencana untuk mengembangkan kreativitasnya menjadi usaha yang lebih serius. Selain itu, Ia juga ingin berkolaborasi dengan rekan-rekan Karang Taruna dan bercita-cita memiliki workshop dan tempat produksi sendiri agar bisa memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

“Kalau memang ada modalnya sih pengen banget bikin workshop sekalian tempat produksi. Ya, mudah-mudahan ke depan ada rezekinya,” tutur Bongki penuh harap.
Hal ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan kepekaan melihat peluang dapat membuka jalan menuju kemandirian ekonomi. Dari akar kayu mati, lahirlah karya yang hidup dan bernilai jual tinggi.
Comment