BANDUNG, CEKLISSATU – Program Buruan Sae jadi komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk menekan angka inflasi dan meningkatkan ketahanan pangan.

Salah satu contoh keberhasilan program Buruan Sae itu terlihat terlihat di RW 03 Kelurahan Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, yang berhasil panen cabe rawit.

Kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung dengan CSR Bank bjb tahun 2024 semakin memperkuat inisiatif program Buruan Sae itu.

Baca Juga : Dorong Inovasi Buruan Sae dan Optimalkan Lahan, Pemkot Bandung Targetkan Swasembada Pangan Nasional

Hasil panen itu tidak hanya dinikmati oleh masyarakat RW setempat, tapi juga dijual ke hotel-hotel dan masyarakat sekitar.

Pj Wali Kota Bandung A Koswara mengapresiasi hasil kerja Buruan Sae sebagai gerakan urban farming yang sukses membantu masyarakat sekitar.

"Jika ingin masuk ke pasar yang lebih luas, kita perlu menghitung biaya produksi dan efisiensinya. Dengan teknologi sederhana, produksi dapat ditingkatkan lebih jauh," katanya, dikutip dari keterangannya, Minggu 29 Desember 2024.

Baca Juga : Tingkatkan Ketahanan Pangan, Polresta Bogor Kota Lakukan Pemanfaatan Lahan Non-Produktif di Rancamaya

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin  Ginanjar menerangkan, RW 03 Kelurahan Cipadung Kidul Kecamatan Panyileukan sebagai salah satu dari 475 Buruan Sae terbaik di Kota Bandung.

“Jika ini dilakukan secara masif, Buruan Sae mampu mencukupi kebutuhan pangan lingkungan dan menekan inflasi," ujarnya

Kelompok Buruan Sae RW 03 Kelurahan Cipadunh Kidul Kecamatan Panyileukan terus konsisten mencatat hasil tanam dan panen setiap minggu, berkat dukungan aplikasi pencatatan yang dikelola DKPP.

Baca Juga : Kunjungi Kabupaten Bogor, Wamendagri Sebut Target Swasembada Pangan 2027 Lebih Cepat Dari Awal

Dengan konsistensi tersebtu, Buruan Sae telah membantu mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan pangan luar kota dan mendukung ekonomi lokal.

Melalui sinergi dengan berbagai pihak, diharapkan hasil Buruan Sae dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pusat perdagangan seperti Pasar yang dikelola Perumda Pasar.

“Keberhasilan Buruan Sae ini menunjukkan bahwa dengan kreatifitas dan kolaborasi, Bandung mampu menciptakan solusi urban farming yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tutup dia.