BANDUNG, CEKLISSATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung komitmen untuk mencapai target swasembada pangan nasional, salah satunya dengan memaksimalkan potensi lahan dan mendorong inovasi program Buruan Sae.
Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, meski memiliki keterbatasan lahan, tapi pihaknya berkomitmen mewujudkan swasembada pangan nasional, dengan optimalkan inovasi Buruan Sae.
Gin Gin menjelaskan, luas lahan sawah yang tersisa hanya sekitar 702 hektar atau 4% dari total wilayah. Namun, produktivitas padi mencapai 8,2 ton per hektar, tertinggi di Jawa Barat.
Baca Juga : Zulhas Sebut 8 Poin Penting Tingkatkan Swasembada Pangan
“Kami berkomitmen mempertahankan dan memanfaatkan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar terus mendukung ketahanan pangan," kata dia dalam keterangannya, Rabu 25 Desember 2024.
Gin Gin juga menyampaikan, program Buruan Sae menjadi solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.
Buruan Sae adalah sebuah program urban farming terintegrasi yang di galakan oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, yang ditujukan untuk menanggulangi ketimpangan permasalahan pangan yang ada di kota Bandung, melalui pemanfaatan pekarangan atau lahan yang ada dengan berkebun untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sendiri.
Baca Juga : Jaro Ade Apresiasi Kelompok Tani Tanjungsari, Miliki Teknologi Pertanian Canggih Genjot Hasil Panen
"Melalui urban farming, masyarakat diajak memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah untuk menanam sayur, buah, hingga budidaya ikan. Ini menjadi bagian dari strategi kami untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga," ujarnya.
Selain itu, tambah Gin Gin, Pemkot Bandung akan terus memperbesar potensi ini dengan meningkatkan sarana prasarana, seperti pupuk, bibit, hingga penerapan teknologi pertanian yang lebih modern.
"Oleh karena itu, kami akan terus memperbesar potensi ini dengan meningkatkan sarana prasarana, seperti pupuk, bibit, hingga penerapan teknologi pertanian yang lebih modern," katanya.
Comment