Ketiga, program yang berbasis penguatan kapasitas SDM. Seperti satu desa satu sarjana, mudah diukur dan amat akan terasa.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Pastikan Segera Benahi Jalur Tambang Parung Panjang, 194 Orang Meninggal akan Diberi Kompensasi

"Syukur bisa satu desa lima sarjana, dan itu murah kok dibandingkan uang pemerintah," tandasnya.

"Andaikan kita melibatkan perusahaan, kalau jelas hasilnya perusahaan pasti mau kok. Biasanya kan gak jelas, perusahaan diminta CSR nya, tapi produknya apa?," tuturnya. 

"Kalau bisa dikerjasamakan dengan perusahaan, saya rasa bisa mengurangi APBD secara signifikan, dan tidak bergantung pada APBD," lanjut Yusfitriadi.

Yusfitriadi juga menegaskan, pihaknya akan terus kritis terhadap kinerja 100 hari bupati dan wakil bupati Bogor terpilih.

Baca Juga: SMSI Bogor Raya Dorong Media Siber Bergabung dalam Organisasi Terbesar di Indonesia

"Kita akan kritis ketika tidak jalan, tapi apresiasi ketika berjalan. Karena 100 hari kerja ini menentukan citra ke depannya, harus real sebuah program yang realistis, bisa diukur," terangnya.