BANDUNG, CEKLISSATU - - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Jawa Barat mengebut data pemilih jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.
Sebanyak ratusan ribu orang petugas Pencocokan dan Penelitian (Coklit) pun sudah dilibatkan dalam Pemuktahiran data Pemilih dengan cara mendatangi secara langsung.
"Hari ini provinsi Jawa Barat sudah masuk dalam tahapan pencoklitan oleh teman-teman di Pantarlih sampai 25 Juli 2024. Kemarin kita melibatkan Pantarlih kurang lebih 136 ribu orang untuk pencoklitan di wilayah kawa barat,"kata Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni di Kota Bandung, Selasa (23/7/2024).
Baca Juga : Berhasil Kendalikan Inflasi, Pemkab Bogor Dapat Alokasi Insentif Fiskal Tahun Anggaran 2024 Rp5 Miliar
Ummi memastikan, proses pencocokan pemilih bisa selesai dengan batas waktu yang ditentukan, lantaran penyebab belum selesainya kegiatan tersebut dikarenakan kondisi Jawa Barat yang begitu luas.
"Insya Allah hari ini sudah 99 persen mudah-mudahan pada 25 Juli ini sampai 100 persen. Karena tadi luasnya Jawa Barat kita punya 27 kabupaten kota, 627 Kecamatan punya 5957 Desa dan Kelurahan,"kata dia.
Selain itu, Ummi Wahyuni mengatakan pihaknya juga butuh sinergitas dengan semua pihak dan telah menyiapkan sejumlah kebijakan program sosialisasi terhadap pemilih di pilkada 2024.
"kita juga punya 2 kebijakan anggaran yang pertama meningkatkan kapasitas temen-temen penyelenggara sebagai bentuk kita melayani partai politik selaku peserta pemilu dan pilkada. Dan untuk anggaran sosialisasi bentuk partisipasi masyarakat bahwa kita sangat tahu jumlah pemilih di Jawa Barat yang memerlukan sinergitas semua pihak untuk pilkada 2024,"ungkapnya.
Disisi lain, dia mengungkapkan untuk proses pendaftaran bakal calon kepala daerah di Jawa Barat jalur partai akan dibuka pada 27 Agustus 2024.
"Kalau terkait pendaftarankan ada mekanismeny, dimana ada independen yang di Jawa Barat untuk pilgub tidak ada, kemudian untuk dukungan partai politik itu mulai 27 Agustus,"kata Ummi Wahyuni.